Close Menu
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
    • Otomotif
  • ARTIKEL
    • Video Pos
    • Standar Pos
    • Galeri Pos

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolres Pangkep Mengikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja It wasum Polri Tahap II T.A. 2026 di Polda Sulsel

Juni 12, 2026

Pangdam XIV/Hasanuddin Tekankan Prajurit Yonif TP 919/SD Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Juni 12, 2026

Kesaksian Empat Santri Jadi Perhatian: Tidak Ada Pengalaman yang Mereka Alami

Juni 12, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Breaking NEWS
  • Kapolres Pangkep Mengikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja It wasum Polri Tahap II T.A. 2026 di Polda Sulsel
  • Pangdam XIV/Hasanuddin Tekankan Prajurit Yonif TP 919/SD Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat
  • Kesaksian Empat Santri Jadi Perhatian: Tidak Ada Pengalaman yang Mereka Alami
  • Kunker di Kodim 1431/Bombana: Pangdam XIV/Hsn Tegaskan Babinsa Jadi Ujung Tombak TNI AD
  • Di Balik Tembok Beton: Menakar Keadilan dalam Pusaran Konflik Agraria Ahli Waris Baddoe Alias Budu Bin Kasa
  • Menagih Janji di Balik Pencarian Keadilan Sunyi: Mengapa Kasus Kematian Muja MH Masih Menggantung
  • Kotabaru Usulkan Waduk dan Irigasi Seratak untuk Dukung Asta Cita Presiden
Facebook X (Twitter) Instagram
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
Demo
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
    • Otomotif
  • ARTIKEL
    • Video Pos
    • Standar Pos
    • Galeri Pos
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
  • ARTIKEL
Beranda » Di Balik Tembok Beton: Menakar Keadilan dalam Pusaran Konflik Agraria Ahli Waris Baddoe Alias Budu Bin Kasa
HUKRIM

Di Balik Tembok Beton: Menakar Keadilan dalam Pusaran Konflik Agraria Ahli Waris Baddoe Alias Budu Bin Kasa

Arieawan AryaBy Arieawan AryaJuni 12, 2026Tidak ada komentar10 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Twitter Email

Di Balik Tembok Beton: Menakar Keadilan dalam Pusaran Konflik Agraria Ahli Waris Baddoe Alias Budu Bin Kasa

MAROS SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Tanah bukan sekadar hamparan tanah liat atau deretan angka dalam sertifikat. Bagi keluarga ahli waris Baddoe alias Budu bin Kasa, tanah adalah sejarah, identitas, dan hak yang diwariskan dengan tetes keringat leluhur. Namun, apa yang seharusnya menjadi tempat bernaung kini berubah menjadi medan laga penuh duri, di mana hukum, yang seharusnya menjadi pelindung, justru terasa seperti pedang bermata dua yang menghunus mereka.

Narasi Kriminalisasi Ketika Sengketa Perdata Menjelma Pidana Konflik agraria yang melibatkan ahli waris Baddoe bin Kasa adalah potret buram penegakan hukum kita. Sengketa yang akar masalahnya terletak pada klaim hak keperdataan, tiba-tiba bertransformasi menjadi perkara pidana.

Pola ini bukanlah hal baru pihak yang lebih kuat menduduki tanah, sementara pemilik sah yang mencoba mempertahankan haknya justru “dijemput” dengan pasal-pasal pidana seperti penyerobotan lahan atau perusakan.

Ini adalah bentuk kriminalisasi yang sistematis. Ketika ruang sidang perdata masih berkutat dengan pembuktian alas hak, Oknum kepolisian justru didorong masuk untuk menetapkan tersangka. Apakah ini murni penegakan hukum, atau alat untuk mematahkan mental sang pemilik hak?

Etika Penyidik dan “Jalan Pintas” Kekuasaan

Di tengah upaya ahli waris Baddoe mencari keadilan, muncul aroma tidak sedap terkait profesionalisme aparat. Dugaan pelanggaran etik penyidik mencuat ke permukaan. Pertanyaan-pertanyaan kritis menyeruak,” Mengapa proses penyelidikan terasa begitu timpang? Mengapa bukti-bukti yang diajukan pihak ahli waris sering kali dipandang sebelah mata, sementara narasi pihak pelapor ditelan mentah-mentah?

Penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dalam penyidikan bukan sekadar pelanggaran administratif.

Pengkhianatan terhadap sumpah jabatan. Ketika penyidik tidak lagi berdiri di atas prinsip imparsialitas, maka “keadilan” hanyalah komoditas yang bisa diperjualbelikan atau diatur oleh pemilik modal dan jejaring kuasa.

Pelanggaran HAM dan Hak Atas Tanah Konflik agraria adalah hulu dari berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam kaidah hukum internasional, hak atas properti adalah hak asasi yang diakui. Ketika ahli waris Baddoe dikriminalisasi di atas tanah mereka sendiri, negara secara tidak langsung telah merampas hak mereka untuk mendapatkan rasa aman, hak untuk memiliki, dan hak untuk mendapatkan perlindungan hukum yang setara (equality before the law).

Ketakutan, intimidasi, dan terputusnya akses ekonomi warga akibat sengketa ini adalah bentuk kekerasan struktural. Negara, yang seharusnya berperan sebagai penengah, justru terkesan membiarkan “hukum rimba” bekerja di balik seragam dan ruang pemeriksaan.

Menuntut Transparansi dan Reformasi Kasus ahli waris Baddoe bin Kasa adalah pengingat bahwa Indonesia masih memiliki “utang” besar dalam penyelesaian konflik agraria. Kita tidak bisa membiarkan hukum dijadikan panglima untuk menindas yang lemah.

Langkah-langkah yang diperlukan saat ini tidak bisa lagi bersifat normatif. Diperlukan,” Audit Investigatif: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Propam harus turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran etik penyidik secara transparan.

Penghentian Kriminalisasi Mengedepankan prinsip ultimum remedium (pidana sebagai upaya terakhir), di mana sengketa agraria harus diselesaikan melalui jalur perdata atau mediasi, bukan pemenjaraan.

Perlindungan Korban 

Negara wajib menjamin bahwa tidak ada intimidasi fisik maupun psikis terhadap ahli waris selama proses hukum berlangsung.

Tanah Baddoe bin Kasa bukan sekadar sengketa angka. Ini adalah tentang martabat. Jika keadilan di negeri ini hanya berpihak pada mereka yang memiliki pengaruh, maka tanah yang kita pijak ini akan kehilangan roh kemanusiaannya. Saatnya hukum kembali ke khittahnya: menjadi pelindung yang adil, bukan alat pemukul bagi mereka yang tak berdaya

Laporan dipublish : ND 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Email
Arieawan Arya
  • Website

Berita Lainnya:

HUKRIM

Kesaksian Empat Santri Jadi Perhatian: Tidak Ada Pengalaman yang Mereka Alami

Juni 12, 2026 HUKRIM
HUKRIM

Empat Kambing Milik Warga Dusun Toe Hilang, Keamanan Lingkungan Jadi Sorotan

Mei 31, 2026 HUKRIM
HUKRIM

Polisi Tangkap Komplotan Geng Motor Serang Warga Pakai Busur di Maros

Mei 25, 2026 HUKRIM
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Diduga Kosmetik CLB GLOW SKINCARE Menyalahi Aturan, Tidak Memiliki Izin Edar Dan BPOM

Mei 28, 20224,482

TPP ASN di Lingkungan Pemkab Kotabaru Mengalami Pengurangan

Januari 29, 20263,203

Ekonomi Desa Bangkit dari Olahan Limbah: Inovasi Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

April 19, 20261,717

Pemda Kotabaru Upayakan TMT CPNS dan PPPK 2024 Lebih Cepat Dari Daerah Lain, ini Jadwalnya!

Maret 20, 20251,461
Don't Miss
Nasional

Kapolres Pangkep Mengikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja It wasum Polri Tahap II T.A. 2026 di Polda Sulsel

By Arieawan AryaJuni 12, 20264

Kapolres Pangkep Mengikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja It wasum Polri Tahap II T.A. 2026 di…

Pangdam XIV/Hasanuddin Tekankan Prajurit Yonif TP 919/SD Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Juni 12, 2026

Kesaksian Empat Santri Jadi Perhatian: Tidak Ada Pengalaman yang Mereka Alami

Juni 12, 2026

Kunker di Kodim 1431/Bombana: Pangdam XIV/Hsn Tegaskan Babinsa Jadi Ujung Tombak TNI AD

Juni 12, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Kapolres Pangkep Mengikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja It wasum Polri Tahap II T.A. 2026 di Polda Sulsel

Juni 12, 2026

Pangdam XIV/Hasanuddin Tekankan Prajurit Yonif TP 919/SD Harus Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Juni 12, 2026

Kesaksian Empat Santri Jadi Perhatian: Tidak Ada Pengalaman yang Mereka Alami

Juni 12, 2026
Most Popular

Diduga Kosmetik CLB GLOW SKINCARE Menyalahi Aturan, Tidak Memiliki Izin Edar Dan BPOM

Mei 28, 20224,482

TPP ASN di Lingkungan Pemkab Kotabaru Mengalami Pengurangan

Januari 29, 20263,203

Ekonomi Desa Bangkit dari Olahan Limbah: Inovasi Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

April 19, 20261,717
© 2026 Media GIT | By WEBPro.
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Hak Jawab
  • Kode Etik Jurnalistik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.