Srikandi APPI kota Makassar Hadir Dalam Pelatihan BHD Penanganan Henti Jantung yang Diadakan oleh KICI Makassar
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR —– KICI merupakan sebuah organisasi perempuan yang aktif bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kapasitas keluarga. Organisasi ini aktif mendukung isu-isu strategis seperti perlindungan anak dan perempuan, serta program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para ibu.
Peran di Pemerintahan juga KICI Makassar sering bersinergi dengan program-program Pemerintah Kota Makassar dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mengedukasi masyarakat.
Kini, KICI kembali mengundang Srikandi APPI kota Makassar, FPPI, PKK Ballaparang, PKK Baji Mappasunggu, PKK Mariso, Lurah Bajiparang, Dosen Kebidanan Universitas Almarisah Madani, KJS Perindustrian, serta sejumlah unsur pendidikan dan masyarakat lainnya dalam kegiatan “Pengenalan dan Pelatihan Bantuan Hidup (BHD)”, yang berlangsung di Aula Prodia Sudirman, jalan Jenderal Sudirman, kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua KICI kota Makassar, Ir Hanifah Sangaji mengapresiasi penuh kegiatan pelatihan ini, dengan harapan, adanya kegiatan ini, peserta diharapkan menerapkan dan meneruskan ilmu yang didapatkan selama pelatihan kepada keluarga, rekan, tetangga atau masyarakat disekelilingnya, mengingat berbicara mengenai kesehatan, selalu saja ada yang namanya kondisi darurat seperti “Henti Jantung”, disinilah masyarakat sekitarnya yang sangat berperan penting dalam penolongan pertama.

“Melalui pelatihan BHD ini, Masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak jika berhadapan kondisi darurat”, jelasnya.
Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan pelatihan ini, Dr.Anneke Holly, M.Kes (narasumber), dan Dely Djafar, S.Sos, M,Si perwakilan dari Yayasan Jantung Indonesia kota Makassar,
Henti jantung merupakan kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, yang menyebabkan aliran darah ke tubuh berhenti, dan penderita kehilangan kesadaran, dan tidak bernafas. Jika ada masyarakat yang tiba-tiba kena Henti Jantung, disinilah peran penting pertolongan pertama (Bantuan Hidup Dasar), semoga dengan adanya pelatihan ini, para peserta bisa menerapkan langsung pada kondisi yang diperhadapkannya.
“Satu Tindakan Cepat, Satu Pertolongan, Satu Harapan Baru Bagi Kehidupan”, senada dengan manfaat utama pelatihan BHD penanganan henti jantung, menyelamatkan nyawa korban, mencegah kematian akibat henti jantung, dan mempertahankan fungsi vital sebelum tenaga medis datang.
Laporan dipublish tim red : Nindar

