Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Tingkatkan Literasi Penggunaan Obat melalui Edukasi DAGUSIBU bagi Masyarakat Desa Lagading
SIDRAP SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Sidenreng Rappang, 25 Juli 2026 – Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan maupun dampak terhadap lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Nur Ulfiah Mangawi dari Program Studi Farmasi, melaksanakan program kerja individu bertajuk “DAGUSIBU: Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat” pada Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00–10.00 WITA di kawasan Wisata Jembatan Pelangi Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat yang rasional melalui penerapan prinsip DAGUSIBU, sebuah konsep yang mengedukasi masyarakat untuk memperoleh obat dari sumber yang tepat, menggunakannya sesuai aturan, menyimpannya dengan benar, serta membuang obat yang sudah tidak layak pakai secara aman. Edukasi dikemas secara komunikatif dan interaktif, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan praktik penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan dilengkapi dengan kuis interaktif yang mengajak peserta mengingat kembali informasi penting mengenai pengelolaan obat. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait kebiasaan menyimpan maupun menggunakan obat di rumah. Suasana edukasi yang hangat dan partisipatif menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat secara bijak.

Sebagai bentuk penguatan materi, peserta juga memperoleh booklet DAGUSIBU yang memuat informasi praktis mengenai tata cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat sesuai anjuran. Booklet tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan kembali di rumah serta menjadi sumber informasi bagi anggota keluarga lainnya, sehingga manfaat kegiatan dapat terus berlanjut setelah program selesai dilaksanakan.
Nur Ulfiah Mangawi, Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin, menyampaikan, “Dagusibu merupakan prosedur penggunaan dan pengelolaan obat yang bijak, sehingga diharapkan sepatutnya masyarakat dapat memahaminya.”

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Lagading semakin memahami pentingnya pengelolaan obat yang benar sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. Edukasi DAGUSIBU tidak hanya mendorong penggunaan obat yang lebih aman dan rasional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pengelolaan obat yang bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pengabdian
mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
Laporan dipublish tim redaksi

