Inovasi Mahasiswa UNHAS, CS-BDM-LNG Mendukung Sistem Penghantaran Kontrasepsi Jangka Panjang
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR SULSEL — Mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) mengembangkan _Core-Shell Bubble-Assisted Detachable Microneedle–Levonorgestrel_ (CS-BDM-LNG), sebuah inovasi sistem penghantaran levonorgestrel (LNG) berbasis _microneedle_. Teknologi ini dirancang untuk memberikan pelepasan LNG secara terkontrol dan berkelanjutan sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif kontrasepsi jangka panjang.
Pengembangan teknologi tersebut berangkat dari kebutuhan akan metode kontrasepsi yang dapat memberikan perlindungan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna. Penggunaan kontrasepsi oral membutuhkan kepatuhan terhadap jadwal pemberian sehingga penggunaan yang tidak teratur dapat memengaruhi keberlanjutan kontrasepsi. Sementara itu, metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan _intrauterine device_ (IUD) memerlukan prosedur pemasangan oleh tenaga kesehatan dan pada sebagian pengguna dapat menimbulkan rasa nyeri maupun ketidaknyamanan.
Menanggapi permasalahan tersebut, tim PKM-RE Universitas Hasanuddin mengembangkan CS-BDM-LNG dengan menggabungkan teknologi _core-shell_ dan _bubble-assisted detachable microneedle_. Pada sistem _core-shell_, LNG ditempatkan pada bagian _core_, sedangkan lapisan _shell_ berfungsi mengendalikan laju pelepasan obat. Konsep ini memungkinkan LNG dilepaskan secara bertahap sehingga tidak hanya mengandalkan pelepasan obat dalam waktu singkat.

Selain mengatur pelepasan obat, mekanisme _bubble-assisted detachable microneedle_ dirancang agar bagian jarum dapat terlepas dari _patch_ setelah diaplikasikan. Jarum yang telah terlepas kemudian berfungsi sebagai depot penghantaran obat pada jaringan. Dengan mekanisme tersebut, LNG dapat tetap berada pada lokasi aplikasi dan dilepaskan secara bertahap dalam periode yang lebih panjang.
Penelitian ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui skema PKM-Riset Eksakta dengan mengintegrasikan pendekatan teknologi penghantaran obat dan kebutuhan di bidang kesehatan reproduksi. Pengembangan CS-BDM-LNG diarahkan untuk menghasilkan sistem penghantaran LNG yang terkontrol, berkelanjutan, dan minimal invasif, sehingga berpotensi mengurangi frekuensi pemberian kontrasepsi sekaligus memberikan alternatif metode yang lebih praktis.
Hasil pengembangan CS-BDM-LNG menjadi langkah awal dalam mengeksplorasi penggunaan teknologi _microneedle_ untuk penghantaran kontrasepsi. Dengan kemampuannya dalam mempertahankan penghantaran LNG secara bertahap, sistem ini berpotensi menjadi salah satu kandidat teknologi kontrasepsi jangka panjang di masa mendatang. Namun, pengembangan lebih lanjut melalui penelitian praklinis dan klinis tetap diperlukan untuk mengevaluasi keamanan, efektivitas, durasi kerja, serta kelayakan penggunaannya sebagai metode kontrasepsi.
Laporan dipublish tim red

