MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas proses pengangkatan guru non-Pegawai Negeri Sipil (ASN) di lingkungan sekolah menengah di provinsi tersebut. Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dan pertanyaan seputar seleksi dan penempatan para pendidik penting tersebut.Rapat Dengar Pendapat ini digelar diruangan aula komisi A.Kamis 9/01/2025.
Untuk meningkatkan transparansi dan kejelasan mengenai prosedur yang digunakan dalam perekrutan dan pengangkatan guru non-ASN.
Guru-guru ini, yang sering memegang peran penting dalam lanskap pendidikan provinsi, bukanlah pegawai negeri sipil tetap dan karenanya memiliki ketentuan kerja yang berbeda.selaku kontraktual mereka, dalam penempatan yang selaras dengan kebutuhan berbagai daerah
Hadir dalam kesempatan pertemuan RDP : Pimpinan DPRD Prov SulSel Serta kepala BKD Prov SulSel, SUKARNIATY KONDOLELE, M.M, Kadisdik Prov SulSel. IQBAL NAJAMUDDIN, Dan para Anggota Komisi A.Dprd Prov SulSel, Ketua Komisi E, Dprd Prov SulSel
Ketua : Muh Anwar purnomo,
Wakil ketua: Edward Wijaya horas,
Sekertaris:Mizar Roem
Saharuddin
Fadriaty AS
A Ayu Andira
Firmina tallulembang
Andi putra Batara
Muh Taufik Malik
Salmawati
Nurhasbiah main
Maryani Ali
Kamaruddin
Dr Fadly Ananda
OPD

Ketua FORUM GURU NON ASN PENDIDIKAN MENENGAH SULAWESI SELATAN
MARIEF Spd Gr, memaparkan, dalam pertemuan rapat dengar pendepat, untuk memperjelas peruntukan yang tertera di,scn mengenai R2, dan R3.dalam tahaf awal pertama penerimaan P3K.” yang lulus
RDP ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, serikat guru, dan para pendidik yang terdampak sendiri. Para legislator ingin memahami tantangan yang dihadapi oleh guru dan administrasi dalam proses ini, dan mengidentifikasi area mana saja yang dapat ditingkatkan.
Mengingat bahwa guru mata pelajaran yang belum tercover pada seleksi PPPK sisa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Saya selaku perwakilan guru non asn bahasa inggris dari Sinjai berharap semua non asn baik itu guru bahasa inggris maupun guru bahasa indonesia yang mendaftar tahap 1 kemarin untuk diangkat menjadi PPPK penuh waktu dengan jalan melinearkan dengan mata pelajaran BK yang masih memiliki formasi kosong sebanyak 1056 atau TIK yang masih memiliki formasi kosong

Harapan dan tuntutan dalam pembahasan diruang aula rapat dengar pendapat, agar dapat memberikan kejelasan dan berkontribusi pada sistem pendidikan yang lebih kuat dan efektif bagi semua.tenaga honorer non ASN

2. Peserta yang lulus ditempatkan di induknya masing-masing. Jangan menggeser guru yang sudah ada di sekolah tersebut.
3. Optimalisasikan formasi yang tersisah banyak ke formasi yang kurang. Seperti: formasi BK dan TIK.
4. Angkat semua non-ASN yang ada di lingkup Pemprov Sulsel sebagai P3K Penuh Waktu jangan Paruh Waktu.
Laporan tim red : ( **/ Arya /Dewi )

