KOTABARU KAL-SEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM—– Orari Lokal Kotabaru memperkenalkan pariwisata Bukit Mamake dan Pantau Gedambaan ke Luar Negeri melalui komunikasi radio dan teknik elektronika yang mereka miliki di Bukit Mamake, Kabupaten Kotabaru, Minggu (23/2/25).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 orang dari beberapa tim Orari yang ada di Kalimantan Selatan, termasuk Orari Kotabaru, Orari Tabalong, Orari Balangan, Orari Banjarbaru, serta simpatisan Orari Barabai, dan Tanah Bumbu.
Pada saat mereka mengaktifkan radio dan elektronik yang mereka miliki, orang dari luar daerah maupun luar negeri bisa tersambung secara otomatis sehingga mereka bisa memperkenalkan kepada mereka bahwa Kabupaten Kotabaru memiliki Destinasi Wisata yang tak kalah indah dengan tempat wisata yang lain.
Ketua Orari Kotabaru Joko Trisartono. SKM YB7KTB menyampaikan kepada awak media bahwa pada saat ada komunikasi dengan orang luar, banyak yang tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Kotabaru ingin mengunjungi Mamake dan Pantai Gedambaan.

“Tadi malam itu Ketua Orari Tabalong langsung dapat pesan melalui Via WhatsApp dari Uni Soviet,” ucap Joko.
Sama halnya Agubudiarto YB7MP Ketua Orari Tabalong, bahwa kunjungannya ke Kotabaru, ingin memperkenalkan Destinasi Wisata Bukit Mamake dan Pantai Gedambaan ke mancanegara.
Ia sempat mengiklankan Bukit Mamake dan Pantai Gedambaan dalam bentuk player, dalam waktu 2 jam tembus 10 ribu view.
Ia menganggap bahwa pariwisata sangat penting di kembangkan karena wisata adalah salah satu income nantinya bagi Kabupaten Kotabaru.

“Saya sering keluar daerah yang pertama saya tanyakan wisatanya. Manusia kadang setres dengan pekerjaan, apa yang dicari pasti tempat wisata.
Jangan tinggalkan pariwisata yang ada karen ini sebuah ciri khas Kotabaru, ketika kita berada di Mamake Kita bisa melihat sunrise dan sunset itu hebatnya wisata Kotabaru,” ucap Agubudiarto.
Ia menceritakan pengalamannya bahwa dirinya sering komunikasi dengan orang luar negeri dan mengatakan bahwa saya orang Indonesia, orang luar langsung menyebut Bali, karena Bali terkenal dengan pariwisatanya.
Agubudiarto ingin ketika menyebut Kalimantan kepada orang luar negeri mereka langsung bilang Kotabaru karena adanya pariwisata di Kabupaten Kotabaru.
“Kalau kita mengandalkan perusahaan sampai kapan? perusahaan lama kelamaan ada selesainya pariwisata tidak akan ada selesainya sampai kapanpun, orang luar akan datang bawa uang ke Kotabaru,” tegasnya.

Senada dengan Syamsuddin Ketua Orari Tanah Bumbu bahwa perlu belajar dari Bali, lima puluh tahun baru bisa seperti saat ini, Ibarat menanam saham, membuat pondasi untuk sukses dari sektor pariwisata.
Seluruh Tim Orari beri apresiasi Pemda Kotabaru termasuk Kadisparpora Kotabaru Soni Tua Halomoan, yang sudah memberikan fasilitas selama dua hari, selain itu kepada Kominfo karena Orari merupakan bagian dari anak Kominfo.
Laporan tim red: Awad

