KOTABARU KAL-SEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM——- Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar meresmikan 5 destinasi wisata dalam 1 hari, salah satunya Mamake SJA Hill, dan Saijaan Landing Area Paralayang Gantole serta Sirkuit SJA Tbk Gedambaan, Minggu (2/2/25).
Selain dihadiri Bupati Kotabaru, juga dihadiri Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua TP. PKK Kotabaru, SKPD, Wisatawan Kalimantan Timur dan 13 siswa paralayang-gantole.
Bupati menjelaskan bahwa peresmian tersebut merupakan sebuah langkah besar dalam upaya memajukan sektor pariwisata, olahraga, serta meningkatkan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berbasis alam dan petualangan.
“Peresmian saijaan landing area paralayang dan gantole yang menjadi tempat terbang bagi atlet gantole, serta sirkuit SJA Tbk dipantai gedambaan yang akan menjadi area balap bergengsi, adalah upaya nyata untuk mendukung pengembangan olahraga ekstrem dan pariwisata yang berbasis alam didaerah kita,” ucap Bupati Kotabaru.

Ia berharap dengan fasilitas yang ada, bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ekonomi lokal serta menjadi daya tarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri, dan diharapkan lebih dikenal dunia.
“Peresmian SJA Mamake Hill sebagai destinasi wisata alam, saya yakin akan memperkenalkan kekayaan alam daerah kita kepada dunia luar, dengan adanya SJA Mamake Hill ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sonny Tua Halumuan memaparkan kilas balik Mamake SJA Hill, dimana sebelum menjadi tempat wisata kebanggaan masyarakat Sarang Tiung dan masyarakat Tirawan khususnya dan masyarakat Kotabaru pada umumnya, bukit Mamake dan Bapake masih berupa belukar dan rumput ilalang.

Ia mengibaratkan Bukit Mamake dan Bapake layaknya kembang desa yang masih polos yang belum kenal bersolek sehingga belum menjadi primadona.
Bukit Mamake dan Bapake merupakan kawasan hutan lindung yang melingkupi desa Sarang Tiung dan desa Tirawan yang dikelola oleh Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 26 Oktober 2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Gapoktan Hutan Mutiara Sarang Tiung seluas 500 Ha pada Kawasan Hutan Lindung.
Khusus untuk Areal Bukit Mamake Bapake dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jasa Lingkungan seluas 49 Ha.
“Atas arahan dan bimbingan dari Bapak Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar SH, Sejak tahun 2018 Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan Kepala Dinas waktu itu Bapak Khairian Anshari, dan dilanjutkan Bapak Risa Ahyani bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas PUPR, PT. Arutmin NPLCT dan Masyarakat Sarang Tiung yang tergabung dalam Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang di ketuai oleh Bapak Abdul Mulud dan tahun 2022, dimulailah pembangunan infrastruktur di kawasan Mamake SJA Hill,” ucap Sonny.
Ia menjelaskan bahwa Disparpora Bersama Bappeda pada saat itu dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Perhutanan Sosial serta Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menentukan pembangunan dan luasan area yang dapat dibangun sesuai Peraturan Perundang-undangan.
“Seluas 10% dari luasan 49 Ha yang di izinkan, yaitu 4,9 Ha. Pembangunan tersebut antara lain adalah Viewing Bridge, Gazebo, Musholla dan kantin,” jelasnya.

Tahun 2023 dilanjutkan dengan pembangunan panggung, pembangunan loket, pemasangan pintu masuk elektronik, dan pada tahun 2024 pembangunan yang dilakukan yaitu pembangunan pintu gerbang dan pembangunan taman landscape serta pemasangan lampu hias sehingga terlihat keindahan Mamake SJA HILL di malam hari.
“Pada tahun 2024 Event olahraga (Sport Tourism) Paralayang dan Gantole di Mamake SJA Hill Bapake telah menjadi event berskala Internasional. International Paragliding Accuracy (IPAC) seri 3 dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan animo peserta dari luar negeri dan dalam negeri. Selanjutnya, 13 siswa lokal, warga kotabaru telah memiliki Paragliding Licence 1 (PL 1) atau Licence pemula untuk pilot Paralayang,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan juga sudah memiliki prestasi dengan penyelenggaraan event Hayau Barait I sampai dengan 10. Pembalap Internasional mengakui dan mengagumi lintasan trail yang dirancang oleh Bapak Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar, SH. Kombinasi olahraga tantangan yang disertai keindahan alam merupakan pesona yang tidak dimiliki daerah lain.
Di arena sirkuit tersebut juga terdapat event Off road 4 X 4 dan event Mountain Bike yang dilaksanakan setiap tahunnya.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan khususnya serta masyarakat Kotabaru pada umumnya untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada ini, agar generasi-generasi yang akan datang juga dapat menyaksikan keindahan Kawasan Mamake SJA Hill ini,” tuturnya.

Dikesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Muhammad Maulidiasyah menyerahkan buku hasil karangan beliau yang berjudul “Jejak langkah H. Sayed Jafar,SH Bupati Kotabaru dalam mengangkat harkat meningkatkan derajat rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru” kepada Bupati Kotabaru.
Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar dalam meresmikan Mamake SJA Hill, Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan dan bangunan Saijaan Landing Area Paralayang dan Gantole.
Laporan tim red: Awad

