GALAESONG SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– Menyikapi persoalan kasus penyerangan percobaan pembunuhan yang terjadi di Desa Bontoloe Galesong 21 Mei 2024. yang sudah jelang Dua Pekan, masih mengambang, dalam proses Penyelidikan keluarga korban tidak puas terhadap Aparat Penegak Hukum Polsek yang lambang dalam menindak lanjuti laporannya, pasalnya, terduga ke Empat (4) pelaku, Yang paling nampak dari 7,Orang terduga masih bebas berkeliaran, lalung lalang begitu saja, kesannya ada unsur kesengajaan memancing suasana baru
di Indikasi ada unsur keberpihakan APH Polsek Galesog hingga tutup mata Terkait Kasus Perencanaan Percobaan Pembunuhan di Desa Bonto Loe Dusun Tala Tala yang telah menggemparkan masyarakat setempat. pada Senin malam 21 April 2024.
Keluarga Korban Kwhatirkan sikap aparat penegak hukum yang terkesan ada keberpihakan terhadap kasus ini.yang menimpah keluarga korban, menurutnya, ” APH Polsek Galesog, yang seharusnya bertindak sebagai penegak hukum yang adil dan berintegritas, justru terlihat tidak serius dalam menangani laporan persoalan ini ujar keluarga korban pada saat ditemui oleh awak media Selasa 07/05/2024.
Tampak sangat jelas, terduga pelaku penyerangan perencanaan pembunuhan pada saat sebelum kasus kejadian pengeroyokan terduga pelaku sudah meneroror korban, hingga sampai ingin melakukan pembakaran pada usaha bengkel korban, Dan pada malam saat kejadian terduga pelaku mendatangi korban dengan berteriak menantang
Terduga pelaku datang bersama temannya degan mengunakan mobil Honda Jazz, Warna Biru dan beberapa motor
Bahkan orangtua korban Haji Risal Dg.Muntu memaparkan kejadian yang dialami keluarganya, dan sangat disayangkan, karena pelaku secara membabi buta, bukan cuma anak saya yang jadi korban, bahkan istri dan orangtua kami (Pampu Dg.Anne) ditampar oleh pelaku, kemudian istri saya ( Hajja Sunniati Dg.Sanga) kena tikaman diperuk, namun beruntung, hanya cuma bajunya robek
Korban yang telah melaporkan kasus ini sejak paska kejadian, malah tidak prioritaskan oleh APH Polsek Galesog untuk ditindaklanjuti.dan menganggap bahwa kasus ini, cuma kesalahpahaman, ucapnya saat dimintai keteragan oleh penyidik, padahal luka yang dialami anak kami, sangat parah dan nyaris putus Urat besar pergelangan tangan’nya,
Dalam inseden pertikaian, APH Polsek Galesog justru terkesan tidak serius dalam menangani kasus ini. Mereka tidak melakukan penyelidikan yang memadai, dengan mengumpulkan bukti yang cukup, dan bahkan tidak melakukan interogasi terhadap terduga pelaku yang telah ditunjuk oleh korban. Hal ini sangat memprihatinkan, karena sikap dari Oknun aparat polsek galesong tidak menunjukkan, memiliki sikap komitmen yang kuat dalam menegakkan keadilan.
Selain dari itu, bukan hanya tutup mata malah bahasa penyidik tidak diterimah oleh orang tua korban, yang mengajak Damai, bahkan ada bahasa yang dilontarkan terlalu menjustice, seolah kesannya keluarga korban yang salah
,”Bahkan penyidik yang menangani kasus ini, juga terlihat kurang transparansi dalam proses penyelidikan, tidak begitu Jelas menangani kasus ini untuk menangkap pelaku dan mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa, yang dapat menimbulkan masalah baru, ujar warga setempat
Haji Muntu selaku Orangtua korban mengatakan seharusnya dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi APH Polsek Galesog untuk segera mengambil tindakan yang tegas dan transparan. Mereka harus menunjukkan bahwa mereka serius dalam menangani kasus ini dan tidak akan mentolerir tindakan kriminal.apapun
Kasus perencanaan percobaan pembunuhan di Desa Bonto Loe Dusun Tala Tala adalah ujian unjuk taring bagi APH Polsek Galesog. Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah penegak hukum yang adil dan berintegritas.terhadap masyarakat setempat dan berharap agar APH Polsek Galesog segera mengambil tindakan yang tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum akan semakin terkikis, dan keadilan akan sulit tercapai.
KAPOLSEK GALESONG AKP MUCHLIS SE.pada saat ditemui oleh awak media memberi penjelsan bahwa kasus ini, masih dalam tahap proses penyelidikan, kedua belah pihak juga saling melaporkan dan sama sama, ada yang terluka, hingga diantara kedua Belah pihak, ada belum bisa dimintai keterangannya.
Motif dibalik penyerangan ini, juga masih kami dalami dengan mengumpulkan bukti bukti, serta keterangan dan tentunya kami tidak ingin gegabah melakukan penahanan, nanti setelah cukup bukti dengan pasti’nya ada yang ditersangkahkan tutup Kapolsek Muchlis
Laporan : (*”red/Arya )!

