TAKALAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Kejadian pekelahian yang berunjung penikaman yang dialami oleh salah satu warga atas nama (Basri) yang terjadi didusun kalumpang desa Bontoloe kecamatan Galesong pada tanggal 13 agustus 2023 masih dalam Tahap proses penyidikan namun dalam hal penanganan ini korban juga ikut di amankan oleh pihak kepolisian dikarnakan tersangka juga mengalami luka pada saat peristiwa itu terjadi.
Menurut keterangan Saksi sarifuddin dg.sanre saat itu ditemui awak media mengatakan seminggu sebelum kejadian tersangka dan istrinya waktu itu datang kerumah korban untuk mempertanyakan pembayaran utang yang dipinjam oleh beberapa orang atau kerabat sikorban tidak mau terima pembayaran tersebut tak dilakukan tersangka langsung marah – marah sikorbanpun sempat memperingati namun tersangka tetap saja emosi dan sempat ingin memukul istriNya,dikarnakan istrinya sendiri yang memberikan uang tersebut.
Sarifuddin dg.sanre yang ada di lokasi itu sempat meredahkan suasana akan tetapi tersangka yang terlanjur emosi lalu memukul meja hingga meja yang terbuat dari bahan kaca tersebut hancur.

“Kenapa mejaku kita pecahkan jangan maki kodong ribut juga ka ada juga anak kecil ku kasihan”kata sikorban pada saat itu,sontak tersangkapun menjawab dengan nada tinggi “ku gantipi mejamu berapakah harganya”
Melalui dari kejadian itu tak sampai disitu karna diduga tak terima teguran sikorban tiga hari kemudian tersangka kembali datang kerumah korban lalu memprovokasi sikorban ( Basri ) namun sikorbanpun tak merespon.
tepat pada tanggal 13 agustus 2023 tersangkapun datang kembali kerumah sikorban (Basri ) terjadilah cekcok yang mengakibatkan perkelahian yang berunjung penikaman yang dialami oleh korban( Basri ).

Adapun luka tusuk yang dialami sebanyak dua ( 2 ) kali dibagian perut sehingga korbanpun sempat dilarikan kerumah sakit.
“Pelaku datang kemudian untuk na pertanyakan itu yang belum membayarka diperingati sama yang punya rumah karna mau napukul istrinya akhirnya napukul ki meja punya rumah jadi hancurki, tiga hari kemudian datang lagi na provokatori lagi sikorban jadi seminggu kemudian itu terjadimi penikaman sama sikorban tapi tidak ku tahu kalau ternyata dia bawah benda tajam” ungkap Sarifuddin dg.sanre selaku saksi dalam kejadian ini.
(10/oktober/2023)
Laporan : Abd Gaffar

