Viral di TikTok! Dugaan BBM Subsidi di SPBU Panaikang Takalar, Eks Operator DM Disorot: Siapa yang Menyuru
TAKALAR GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM — Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian mengarah ke SPBU 74.922.47 Panaikang, Kabupaten Takalar, setelah beredarnya video dan sejumlah komentar warganet di media sosial TikTok yang mempertanyakan dugaan pengisian BBM subsidi ke dalam jeriken.
Sorotan tersebut menyeret nama eks operator SPBU Darma (DM) yang disebut terlibat dalam pengisian BBM menggunakan jeriken. Namun, persoalan yang kini menjadi pertanyaan publik bukan hanya soal tindakan operator di lapangan.
Siapa yang menyuruh? Siapa yang mengetahui? Dan siapa yang berada di balik pengisian BBM subsidi tersebut?
Pertanyaan itu mencuat karena sulit dipercaya jika seorang operator berani mempertaruhkan pekerjaannya dengan melakukan tindakan yang berpotensi melanggar ketentuan penyaluran BBM subsidi hanya atas inisiatif pribadi.
Publik pun mempertanyakan apakah kasus tersebut akan berhenti pada eks operator DM sebagai pihak yang berada di lapangan, atau justru aparat penegak hukum akan mengusut kemungkinan adanya pihak lain yang memerintahkan, mengetahui, atau turut terlibat.
Sorotan semakin tajam karena hingga kini, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, pihak kepolisian Polres Takalar disebut belum memeriksa pria yang terlihat terlibat saat pengisian jeriken bersama eks operator Darma.
Padahal, pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang berada di lokasi menjadi penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Bukan Sekadar Operator, Polisi Diminta Telusuri Rantai Komando
Jika benar terjadi penyalahgunaan BBM subsidi, maka pengusutan semestinya tidak berhenti pada orang yang terlihat melakukan pengisian.

Aparat perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar: apakah pengisian tersebut dilakukan atas kehendak sendiri? Apakah ada pihak yang memberikan izin? Apakah pengelola atau pengawas SPBU mengetahui aktivitas tersebut? Dan apakah terdapat pihak tertentu yang mendapatkan keuntungan dari praktik tersebut?
Sebab, apabila hanya operator yang diproses atau diberhentikan sementara pihak lain yang diduga mengetahui atau memberikan arahan tidak pernah diperiksa, maka publik berpotensi melihat penanganan perkara tersebut sebagai pengungkapan yang belum tuntas.
Terlebih, muncul komentar warganet yang mengaitkan persoalan tersebut dengan pihak pengelola SPBU, Kamis (10/09/2026).
Dalam kolom komentar akun TikTok @pojok khatulistiwa, akun @mafia_bbm menulis, “operator jadi korban/keluar dari tempat kerjanya padahal yang mengizinkan pengisian meneger SPBU tersebut.”
Sementara akun @nurjihad097 menulis, “parahhh.”
Komentar-komentar tersebut merupakan pendapat warganet. Namun, munculnya berbagai komentar itu menunjukkan adanya pertanyaan publik.
Papan Informasi Dipertanyakan, Pengisian Jeriken Tetap Disorot
Sebelumnya, redaksi juga telah memberitakan persoalan serupa dengan judul “Diduga Akali Warga dengan Papan Informasi, Operator SPBU Panaikang Takalar Malah Isi Jerigen”
Sorotan bermula dari dokumentasi video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang memperlihatkan papan informasi bertuliskan “Produk Bio Solar dalam proses pengiriman.”
Papan tersebut menimbulkan kesan bahwa Bio Solar sedang tidak tersedia sehingga masyarakat yang hendak mengisi kendaraan dengan Solar subsidi tidak dapat melakukan pengisian.
Namun, pada dokumentasi yang beredar, justru terlihat aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken.
Kontras antara informasi ketersediaan BBM dan aktivitas pengisian jeriken inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Jika BBM subsidi memang sedang tidak tersedia bagi konsumen kendaraan, mengapa pengisian ke dalam jeriken masih dapat berlangsung?
Polisi Didesak Jangan Berhenti di Ujung Tombak
Publik kini menunggu langkah Polres Takalar untuk mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh.
Pemeriksaan terhadap eks operator Darma tentu penting. Namun, pemeriksaan terhadap pria yang terlihat bersama Darma saat proses pengisian jeriken, pihak yang diduga mengetahui aktivitas tersebut, serta jajaran pengelola yang memiliki fungsi pengawasan juga patut dipertimbangkan apabila terdapat dasar hukum dan bukti awal yang memadai.
Yang harus dibuktikan bukan sekadar siapa yang mengisi, tetapi juga bagaimana pengisian itu bisa terjadi, siapa yang mengetahui, siapa yang memberikan izin apabila memang ada, serta apakah terdapat keuntungan atau kepentingan tertentu di baliknya.
Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang.
Jangan sampai perkara hanya berhenti pada operator yang berada di ujung rantai, sementara dugaan pihak yang berada di belakang layar tidak pernah disentuh.
Jika memang Darma bertindak sendiri, buktikan. Jika ada pihak yang menyuruh, ungkap. Jika tidak ada perintah, jelaskan.
Sebab, persoalan BBM subsidi bukan sekadar persoalan internal SPBU, melainkan menyangkut hak masyarakat dan penggunaan barang yang mendapat subsidi negara.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak manajemen SPBU 74.922.47 Panaikang, eks operator Darma, pihak yang disebut dalam pemberitaan, maupun Polres Takalar untuk memberikan penjelasan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku
Laporan dipublish tim red .

