Sinergi Hangat Lurah Rappokalling Bersama Binmas, Patroli Wilayah dan RW-RT kel.Rappokalling, kec. Tallo
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR —–, Langkah kaki Lurah Rappokalling tidak pernah melambat. Beliau tidak duduk manis di balik meja kerja,” Sebaliknya, setiap Jadwal “turun lapangan”menyusuri Lorong menyapa warga di teras rumah, hingga duduk bersama mendengar dan memberi harapan setiap warga
Bagi Lurah Rappokalling, jabatan bukan soal wewenang, melainkan soal kehadiran. Bersama barisan ujung tombak pemerintahan, yakni ketua RT dan RW, ia menerapkan strategi jemput bola yang humanis.

Mendengar dari Akar Rumput Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya merawat komunikasi. Seringkali, masalah besar di sebuah kelurahan bukan lahir dari kebijakan yang rumit, melainkan dari sumbatan komunikasi yang sederhana.
“Kalau kita hanya menunggu di kantor, kita hanya akan mendengar laporan yang sudah disaring. Tapi, kalau kita turun ke lorong-lorong, kita mendengar keluh kesah yang jujur dari warga,” ujar sang Lurah saat ditemui di salah satu titik pertemuan warga.
Bersama para ketua RT dan RW, Lurah Rappokalling menjadikan setiap pertemuan sebagai ruang dialog. Mereka membahas segalanya: dari masalah kebersihan lingkungan, penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran, hingga meredam potensi gesekan sosial yang mungkin terjadi di tingkat akar rumput. RT/RW

Sebagai Jembatan Hati Ketua RT dan RW di Rappokalling bukanlah sekadar pelengkap administratif. Mereka adalah “mata dan telinga” kelurahan. Dengan gaya pendekatan yang persuasif, mereka membantu Lurah memetakan kebutuhan warga yang paling mendesak.
Sinergi ini terlihat nyata dalam setiap aksi. Saat ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, Ketua RT segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memastikan warga tersebut mendapatkan pendampingan. Saat lingkungan terlihat kurang tertata, mereka bersama warga bahu-membahu melakukan kerja bakti.
Pendekatan warga di Rappokalling kini terasa lebih cair.

Tidak ada jarak yang kaku antara “pejabat” dan “rakyat”. Yang ada hanyalah semangat kolaborasi untuk memajukan lingkungan.
Membangun Rappokalling dari Kepercayaan Keberhasilan sebuah wilayah tidak diukur dari megahnya kantor kelurahan, tetapi dari seberapa erat hubungan antarwarganya.
Langkah Lurah Rappokalling yang konsisten merangkul RT/RW dan warga adalah investasi sosial yang luar biasa.

Dengan terus melakukan pendekatan, Lurah Rappokalling sedang menanam benih kepercayaan. Ketika warga merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan, mereka pun akan dengan sukarela menjaga kedamaian dan kebersihan lingkungannya sendiri.
Di Rappokalling, kepemimpinan bukan lagi tentang memerintah, melainkan tentang membersamai. Dan selama langkah kaki itu masih terus menyusuri lorong-lorong, selama itu pula harapan akan Rappokalling yang lebih maju dan harmonis akan terus tumbuh ujar lurah Ilo sapaan akrabnya
Laporan dipublish tim red : Arya

