PANGKEP SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Ratusan Warga Masyarakat Maros Pangkep dari berbagai Tim Kelompok Siap Memblokade Jalur Rel Kereta Api, pasalnya kecewa dengan tidak teralisasinya pembayaran ganti rugi lahan yang selama ini, dirampas oleh mega proyek perkeretaan Kamis 08/06/2023.
Menurut salah seorang warga yang ditemui oleh tim crew awak media ini, bahwa sejak objek lahan’nya masuk dalam daftar, nominatf dalam pembebesan lahan rel kereta api Pajak Bumi Bangunan, sampai sekarang masih dibebankan kepada warga, padahal lahannya telah dikuasai oleh mega proyek dan dijadikan sebagai badan jalur kereta api
Dan miris’nya lagi, hingga beberapa bulan ini, rel kereta api yang telah berfungsi dan beroperasi. Namun hingga sampai saat sekarang ini, lahan warga belum teralisasi dan tidak jelas kepastian’nya, untuk mendapatkan pembayaran ganti rugi, yang sebelum’nya di iming iming ganti untung, namun kenyataanya hanya di buat buntung, ucap warga tersebut

Aneh’nya lagi pada saat eksekusi awal dilakukan pada 24 Januari 2022.diJalan Fadly Lurang Kelurahan Bontokio Kecamatan Minasa Tenne, Kabupaten Pangkep, dan Sepekan Kemudia beralih Ke Jalan Wirakarya pada 2 Februari 2022.Kelurahan Minasa Tenne Kecamatan Minasa Tenne, warga ditekan dan kesannya dipaksakan, lucu’nya lagi pada saat itu, tak seorangpun pemerintah setempat hadir baik Lurah maupun Camat, hanya Oknum Anggota Tni yang dilengkapi dengan persenjataan, dengan Dalih Bakti Karya
Lanjutnya Warga pada saat itu, mendatangi pengadilan, untuk mengambil penetapan harga, dan pada saat itu sempat menanyakan perihal putusan eksekusi pada oknum pengadilan (Saharuddin), terkait dengan surat putusan tersebut,” Namun dari pihak pengadilan menyangkali, dan menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan surat putusan eksekusi lahan warga

Bahkan nenurut warga banyak kejanggalan, termasuk dengan muncul’nya surat pernyataan yang diperlihatkan dari pihak Oknum kepolisian bahwa mereka telah menanda tangani berkas tersebut, padahal sebelum’nya tidak pernah melakukan dan menanda tangani berkas pernyataan tersebut, dan tanda tangan yang ada diberkas pernyataan itu sangat berbeda, dengan tanda tangan mereka, Jadi menurutnya itu rekayasa, yang sengaja dimunculkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.dengan memalsukan tanda tangan warga, agar terjerat hukum.
Adapun beberapa lahan, dengan selisi harga yang bervariasi, yang seharusnya lahan yang strategis dan luas mendapatkan dihargai dengan tidak layak, sementara yang hanya beberapa meter, malah dapat harga selangit,
Warga memberi contoh dengan, pasar yang beraktivitas setahun sekali, difungsikan hanya pada bulan puasa Ramadhan, yang luas’nya hanya beberapa Are , di hargai dengan 2 Milyar, lahan’nya juga berdekatan dengan pekuburan.
Sampai berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Perkeretaan, termasuk dari pihak Oknum terkait Pembebesan Lahan Kereta Api (Arya/red).

