Pangdam XIV/Hsn Tegaskan Perang Lawan Mafia Werfing: Prajurit Yang di Lantik, Lulus Murni Bukan Karena Bantuan
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM GOWA – Usai memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memberikan pengarahan kepada orang tua siswa yang telah mengantarkan putra-putranya hingga resmi menjadi prajurit TNI AD, yang berlangsung di Lapangan Prayudha Secata Rindam XIV/Hsn, Jl. Sultan Hasanuddin, Kec. Tinggimoncong, Kab. Gowa. Rabu, (9/9/2026).
Mengawali arahannya, Pangdam menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa syukur dan bangga kepada para orang tua yang telah mengantarkan putra-putranya melewati proses pendidikan hingga resmi menjadi prajurit TNI AD. Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kemampuan dan terpenuhinya persyaratan yang telah ditetapkan, bukan karena bantuan pihak tertentu. “Saat ini ada 1.566 siswa bisa mengikuti pelantikan karena memenuhi syarat sehingga bisa mengikuti pendidikan dan dilantik hari ini menjadi prajurit. Artinya, tanpa dibantu seseorang, dia sudah pasti akan lulus. Siswa ini adalah pemuda-pemuda yang memenuhi syarat untuk dilantik menjadi prajurit TNI AD,” tegasnya. Pangdam juga menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam praktik mafia werfing dan meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Pangdam selanjutnya mengajak seluruh orang tua untuk menjadi bagian dari upaya pemberantasan mafia werfing dengan berani melaporkan setiap dugaan penipuan atau pemberian uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. “Bapak-bapak dan Ibu-ibu, apabila ada yang hari ini, kemarin, atau nanti kalian sudah membayar atau memberikan sesuatu kepada orang lain, tolong laporkan kepada kami. Apabila ada dari prajurit kami, maka kami akan segera menindak dan mengembalikan uang yang telah diberikan. Apabila orang sipil, kami akan membuat laporan ke polisi,” ujarnya. Ia menambahkan, perjuangan memberantas mafia werfing membutuhkan dukungan semua pihak karena praktik tersebut kerap dilakukan secara tersembunyi.
Di akhir arahannya, Pangdam juga menyampaikan bahwa para orang tua kini telah menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD, khususnya Kodam XIV/Hsn, setelah mengikhlaskan putra-putra mereka untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Laporan dipublish tim : Nindar

