JENNEPONTO SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Drs Liberti Sitinjak MM MSi : Mohon Maaf Kepada Masyarakat, Kejadian Seperti Ini Tidak Akan Kembali Lagi
Makassar(Sulsel)….Konferensi pers terkait dugaan kasus peredaran narkoba di Lapas atau Rutan dalam hal ini Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Jeneponto yang diduga kuat mengendalikan Narkoba di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM ( Kanwil Kemenkumham) Sulsel, selasa (13/06/2023).
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel Bapak Drs.Liberti Sitinjak, MM, Msi dalam konferensi pers mengatakan terkait warga binaan permasyarakatan (WBP) UPT kami yang berinisial SAN saat ini informasi sudah kami terima dari Ditresnarkoba Polda Sulsel bahwa yang bersangkutan diduga kuat telah mengendalikan narkoba dari dalam Rutan Jeneponto, sehingga yang bersangkutan dan barang bukti handphone yang diamankan petugas Rutan saat melakukan penggeledahan kemarin, telah diberikan kepada penyidik untuk ditindak lanjuti dan diproses, jadi jika ingin mengetahui perkembangan selanjutnya itu kewenangan penyidik yang menjawabnya, terangnya, terangnya.
Liberti Sitinjak juga menjelaskan tentang Napi SAN, bahwa yang bersangkutan berada di Rutan Jeneponto baru 3 bulan, sebelumnya yang bersangkutan sudah tiga kali berpindah-pindah Lapas dan Rutan

“Yang bersangkutan dijatuhi hukuman selama 16 tahun penjara dengan kasus narkoba, awal ditangkapnya di Rutan Sidrap kemudian dipindahkan ke Lapas Bollangi setelah itu dipindahkan ke Rutan Jeneponto dan yang bersangkutan terkait 2/3 masa penahanannya jatuh pada Oktober 2024”, tambahnya.
Kemudian tindak lanjut Kanwil Kemenkumham Sulsel untuk mengungkap kejadian tersebut Liberty Sitinjak mengatakan kepada awak media bahwa satu jam yang lalu telah menandatangani surat perintah Tim yang diutus ke Rutan Jeneponto.
“Saat ini saya belum bisa mengatakan sanksi apa yang diberikan kepada karutan dan jajaran karena saat ini saya belum tau pelanggaran apa yang telah dilakukan, saat ini tim sudah saya perintahkan untuk ke Rutan Jeneponto untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa semua petugas yang ada disana dan mencari tau kenapa bisa terjadi” tegasnya.
“Saya selaku Kakanwil sangat memohon maaf kepada masyarakat terkhususnya di Sulsel insya Allah kejadian seperti ini tidak akan terjadi kembali”, tutupnya.
Penulis Crew Git : Nindar

