MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ………….. Pada hari Minggu, 29 Juni 2025, Ketua Forum Pemerhati Budaya Nusantara ( FPBN ) Muh. Tahir Sila, beserta anggota forum melakukan kunjungan silaturahmi ke Balla Lompoa Batubassi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Kunjungan ini disambut hangat oleh penatih Balla Lompoa, Hamma Dg. Bani.

Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris Forum Pemerhati Budaya Nusantara, Jumadi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau memaparkan berbagai aspek adat istiadat di Kabupaten Maros, khususnya yang masih lestari dan dipertahankan di rumah adat Balla Lompoa Batubassi.
Beliau menyoroti keberadaan berbagai simbol gambar yang terpasang dirumah adat balla lompoa Batubassi diantaranya gambar kuda yang memiliki makna mendalam. Serta lambang ular dan pasukan 40 yang digunakan oleh Forum Pemerhati Budaya Nusantara.

Ular melambangkan ketegasan, ketajaman, dan kemampuan memecahkan masalah, sementara pasukan 40 diibaratkan sebagai pahlawan Tubarania. Jelasnya.
Muh. Tahir Sila menambahkan bahwa rumah adat Balla Lompoa di Batubassi ini dibangun melalui swadaya masyarakat setempat, bukan dari bantuan pemerintah, menunjukkan kuatnya gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya.

Beliau juga mengungkapkan bahwa terbentuknya Forum Pemerhati Budaya Nusantara merupakan hasil kesepakatan para tokoh pemuda dan tokoh adat budaya Kabupaten Maros, yang kemudian dijuluki “Pasukan Patampuloa”.
Ia mendorong masyarakat Batubassi untuk terus menjaga marwah dan melestarikan adat istiadat yang ada. Ujarnya.

Sementara itu, Pinatih Rumah Adat Balla Lompoa Batubassi, Hamma Dg. Bani, menegaskan bahwa adat yang berlaku di Batubassi bukanlah temuan baru, melainkan warisan dari masa lalu yang perlu dijaga kelestariannya.
Hamma Dg. Bani berharap agar masyarakat kecamatan Simbang Hususnya Batubassi , senantiasa mempertahankan dan menjaga marwah adat istiadat yang telah dilakukan turun-temurun. Harapnya.
(TIM RED).

