GALESONG SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——— Dugaan penyimpangan bantuan bedah rumah di Desa Kalukuan, Dusun Salewatan, Kecamatan Galesong, menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejumlah warga menduga bantuan tersebut tidak tepat sasaran dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Menurut laporan masyarakat, beberapa rumah yang menerima bantuan bedah rumah tergolong layak huni dan tidak membutuhkan renovasi. Selain itu, terdapat pula indikasi penggelembungan biaya renovasi yang dilakukan oleh pihak pelaksana.
Penyaluran bantuan bedah rumah di Desa Kalukuan memang melibatkan peran berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Namun, warga menduga adanya permainan kotor dalam proses seleksi penerima bantuan.Selasa 02/07/2024.
Mereka mempertanyakan kriteria dan mekanisme yang digunakan untuk menentukan rumah mana yang berhak menerima bantuan. Pasalnya, terdapat beberapa rumah yang jelas-jelas sudah tidak layak huni justru tidak mendapat bantuan, sementara rumah yang masih layak malah mendapat renovasi.
Rusli Salah warga yang merupakan tergolong orang tidak mampu, menempati rumah tidak layak huni, sudah sekian lama, hanya dijanjikan, bahkan memiliki program pemberian bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun Kenyataanya semua itu, tidak pernah meraskan bantuan itu, malah ada oknum perangkap didesanya secara sengaja menghapusnya, untuk tidak mendapatkan bantuan apapun, karena mereka bukanlah seorang pendukung kandidat kepala Desa terpilih
Bahkan desas desus berkembang dengan adanya bangunan rekayasa gubuk reyok, yang secara sengaja dibuat, oleh orang dekat oknum Kades, untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.
Dugaan penyimpangan Serta penggelembungan biaya renovasi. Warga menduga ada markup harga bahan bangunan dan jasa pekerja yang digunakan untuk merenovasi rumah-rumah tersebut. Hal ini tentu sangat merugikan negara karena dana bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin justru diselewengkan untuk kepentingan oknum tertentu.
Masyarakat Desa Kalukuan berharap agar pihak berwenang segera menyelidiki dugaan penyimpangan bantuan bedah rumah ini. Mereka meminta agar pelaku yang terlibat dalam penyelewengan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar mekanisme penyaluran bantuan bedah rumah diperbaiki sehingga tepat sasaran dan tidak terjadi lagi penyimpangan di kemudian hari.
Sampai berita diterbitkan, belum ada keterangan jelas dari pihak terkait
Laporan tim investigasi : (**Arya)

