MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Aroma Korupsi di Internal Pasar sentral Lambat Laun, sudah mulai tercium dalam pembangunan relokasi lapak.pedagang PK 5
Pasar Sentral Makassar, sedikit demi sedikit tim investigasi monitoring, LKIN, sudah mulai mengungkap rahasia tabir kebusukan permainan Kepala pasar beserta Oknum Kaur’nya,
Salah seorang pedagan yang berinisial (M,) yang sebelumnya terdampak dalam musibah pasca kebakaran menempati posisi sudut di blok B/Y,, Namun karena ingin kembali ke posisi seperti dengan semula, sangatlah tidak muda, kalau tidak di, Iring Iringi bala bala, ” Alias Iming Iming Doa (dorongan Amplot)
Alim Bakrie selaku kepala pasar, pada saat ditemui dikantor’nya di lantai 7, oleh seorang pedagang yang berinisial (M), menyerahkan kepada salah seorang Kaur kepercayaan’nya untuk menerima dana sebagai pelicin, untuk mendapatkan posisi sudut, dalam pembangunan lapak baru yang berlokasi di Jalan Hos Cokro Aminoto makassar,
Namun karena kendati kouta, diposisi sudut yang dijanjikan tidak bakalan mungking di dapatkan, Akhirnya pedagang kompling dan keberatan, dan meminta uang’nya dikembalikan, namun hanya selalu dijanji janji saja, dengan bahasa, menyuruh bersabar sedikit

Tampak dari beberapa bukti chat melalui pesan singkat whatsaap, antara kaur dan pedagang, bahkan salah seorang meminta agar menghapus bukti bukti chat itu, sebagai privasi
Saking karena tidak ingin ketahuan, pada saat pedagang meminta kwantasi bukti pembayaran, kaur tersebut dengan enteng’nya menjawab,” tidak ada yang pake kwantasi semua lewat wa saja, ujar kaur, pada pedagang, saat ditirukan ucapan dari salah seorang, kaur pasar sentral, bawahan Alim Bakrie
Kepala pasar pada saat dikomfrimasi, beberapa waktu lalu, menyampaikan bahwa dirinya hanya sebatas patung, tidak tahu menahu, dan yang memegang kendali remok kontrol hanya dirut pasar yakni Iksan Abduh
Adanya Indikasi permainan yg dapat merugikan para pedagang. Serta tdk adanya kejelasan hukum terhadap ketenangan bagi para pedagang karena suatu saat para pedagang dapat saja di gusur karena dibuatkan tempat diatas fasilitas umum , dengan kewajiban melakukan pembayaran untuk menempati tempat yang disiapkan oleh PD pasar. Diatas fasilitas umum.ujar ketua lembaga kontrol independen nasional, dengan berdalih dan menunjuk assosiasi agar beliau bisa cuci tangan…

Lanjutnya, dan perlu kiranya aparat terkait secepatnya mengusut dugaan pelanggaran Undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah dalam proyek pembangunan lapak relokasi pedagang korban kebakaran blok B Pasar sentral Makassar sebelum kerugian para pedagang semakin besar akibat dijarah oleh oknum-oknum yang bermain dalam proyek tersebut untuk keuntungan pribadi,” Ungkap Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan kebijakan publik Lembaga Kontrol Independen Nasional (LKIN)
Misteri pembangunan lapak di Pasar sentral tidak hanya ada kerancuan, Ternyata hasil investigasi awak media menemukan informasi dari sejumlah direksi tidak mengetahui keberadaan proyek pembangunan,
“Bahkan menurut beberapa direksi tidak dilibatkan. Iye, setahu saya Dirut lah yang menangani kegiatan yang ada di sentral kami tidak tahu,” Kata Direksi yang engan disebut namanya, pada saat dikomfrimasi oleh awak media
Besarnya dugaan kongkalikong di sentral menjadi problem, Bahkan seorang badan pengawas pun saat di konfirmasi malah melemparkan ke Ketua Dewan pengawas untuk di mintai informasi

“Coba kita konfirmasi ke Ketua Dewas, Karena dia yang berhak menjawab beliau,” begitu Pesan singkat’nya salah seorang pengawas pasar
Dengan adanya dugaan terbenturnya keterbukaan informasi Publik, Ketua Umum Lembaga Kontrol Independen Nadional (H,E IR Safri Arifin) mengharapkan Kepada Pihak Oknum Kepolisian Polda Sul Sel, Serta Inspektorat dan Kejati sulsel mendonkrak persoalan ini agar bisa terungkap secara transparan
“Hingga berita ini ditayangkan pihak PD Pasar belum dapat dimintai keterangan karena sebagian dari direksi PD Pasar Makassar Raya memilih bungkam
Laporan tim koalisi tri 3 pilar dimensi

