PANGKEP, GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM.—- Beberapa warga Dusun Sanane, desa Sabalana Kecamatan Liukang Tangngaya, Kabupaten Pangkep Kepulauan,mengeluhkan tidak stabilnya lagi Fungsi penerangan Listrik tenaga Surya ( PLTS ), Pasalnya sejak rusaknya mesin tersebut belum Ada tanda tanda akan diperbaiki, sementara beban iuran pembayaran selalu dibebankan pada setiap masyarakat perbulannya , “walaupun tidak menikmati cahaya penerang seperti sedia kalanya
Salah seorang warga Dusun Sanane saat menghubungi awak. media Redaksi Gerbang Indonesia Timur.News.com melalui Via WhatsAap,” menurut warga tersebut, bahwa setiap bulannya masyarakat di Desa tersebut, dituntut membayar kewajiban, iuran listrik Tenaga Surya sebesar Rp.20.000/bulan kepada setiap rumah, dengan total keseluruhan Dana yang terkumpul 4,600 000 perbulannya dan ditunjang biaya perbaikan sebesar 2,000 000 selebih’nya untuk Gaji para pengelolah (PLTS) yakni : Jama,, bendahara Sapu,, ketua. Kadus,, sekertaris. Abdl,, latip RT/Tiar,, RK
Dan kejadian ini sudah berlangsung sejak,” Kurang lebih dari Lima tahun dengan jumlah Rumah sebanyak 544 Rumah, dengan besar jumlah penduduk kurang lebih dari 600 wajib pilih, sangat mengharapkan adanya perbaikan kembali, pasalnya banyak fasilitas elektronik tidak lagi bisa terpakai bahkan fasilitas umum seperti lampu jalan, yang sudah tidak difungsikan lagi
Sehubungan adanya alat yang rusak dan sampai sekarang belum ada titik terang dari ketua pengelolaan LTS,” Sementara mereka tetap membayar iuran dengan harapan bisa mengumpulkan Dana untuk membeli alat yang rusak, akan tetapi para pengelolah yang mengelolah Dana listrik tersebut tidak ada yang mau mempertanggung jawabkan, malah hanya saling tuding menuding terkait dana perbaikan dari warga yang sudah dikumpulkan
Bahkan mirisnya lagi para Pengelolah menolak untuk mengadakan Rapat antar warga terkait masalah tersebut, dengan alasan, tidak mau Rapat kalau tidak ada petugas yang duduk, mendampingi, sehingga ada beberapa Tokoh Masyarakat Dusun Sanane berusaha menghubungi pihak Bainmas dan berkomunikasi melalui Sambungan Seluler,” tapi pihak Binmas menyarankan ” Kalian saja yang rapat sesama warga ” mendengar jawaban dari pihak Binmas, Tokoh Masyarakat tersebut tidak puas
sehingga Tokoh Masyarakat tersebut mengajak beberapa warga Dusun Sanane untuk menemui Kepala Desa Sabalana, tetapi pak Desa yang berinisial ( FAB ) tersebut tidak memberikan solusi untuk Warganya, malah memberikan jawaban dengan bahasa yang ngawur dengan cara mendikte dan menekan warga ” nanti saya urus masalahmu kalau saya kembali duduk sebagai kepala desa, bantumi saya dulu dan dukung saja saya,”ujar Kepala Desa

Terkait keterangan redaksi warga masyarakat pulau sanane, Sekdes pulau sabalana menampik, bahwa apa yang disampaikan semua itu dan yang dikemukakan oleh warga bahwasannya tidak benar, itu hanya persoalan kecemburuan sosial, untuk menjatuhkan kepala desa
Memang ada persoalan warga dipulau sanane, menyangkut PLTS,” bahkan sudah Dua sampai Tiga kali kami turun menangani dan menfasilitasinya supaya dimusyawarakan secara kekeluargaan antar warga,” Dan saya tahu persis masalah ini,bahwa ada orang yang menunggangi dan menjadi provokator, selalu mengasuh warga, supaya tidak membayar iuran PLTS, Ujar Sekdes saat dihubungi melalui via handand.pon.
Pewarta : TIM Editor : A.ASBER HIU BUDI GUARD


