PANGKEP SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Dampak Dari Kekecewaan Pembangunan Mega Proyek KA, Warga Bontokio Kelurahan Minasatenne Kabupaten Pangkep dan Kepulauan, Pasang Tenda dan Boikot Jalur Rel perkeretapian Tanam Pohon Pisang Dan Kelapa sebagai simbol Amarah warga masyarakat kian berkobar, hingga memicuh gesekan keonaran.
Hiruk pikuk warga Maros dan Pangkep, yang terdampak pembangunan mega proyek Kereta Api (KA) terus menuai keprihatinan. Janji manis tentang kesejahteraan dan kemajuan ekonomi yang digaungkan pemerintah seakan menguap begitu saja. Kenyataannya, warga justru terjebak dalam situasi yang kian memprihatinkan.Kamis 18 Juli 2024.
Pembebasan lahan yang besar-besaran telah merenggut mata pencaharian banyak warga. Lahan pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan mereka kini telah berubah menjadi jalur rel KA. Akibatnya, mereka terpaksa kehilangan pekerjaan dan banting stir ke sektor informal yang penghasilannya tidak menentu.

Tim pendamping hukum Rahmat Hidayat Amohari S,sos SH.MH, selaku Advokasi kuasa Hukum bersama Peradi bersatu bersama H.Syamsul Rijal SH, MH.selaku Ketua Advokasi sekaligus ketua Tim Tombak Keadilan, menyampaikan, bagaiman Rakyat mau hidup layak dan sejahtera, Kalau bangsa sendiri yang menindas, dan merampas, kemerdekaan hati nuraninya. ini penghianatan bangsa,
Yang akibatnya, warga hanya bisa merasakan dan menikmati hidup dalam bayang bayang yang tertindas dan terampaskan hak’nya, diatas tanah leluhur mereka yang sudah menjadi turun temurung untuk dikelolah sebagai mata pencaharian
Selain itu, pembangunan KA juga telah merusak infrastruktur dan fasilitas umum di daerah tersebut. Jalan-jalan yang dulu ramai dan menjadi urat nadi perekonomian kini tertutup aksesnya oleh rel KA. Hal ini mempersulit warga untuk beraktivitas, baik untuk bekerja maupun berdagang.
Warga yang terdampak juga mengeluhkan minimnya kompensasi yang mereka terima. Nilai ganti rugi yang diberikan pemerintah dianggap tidak adil dan jauh dari harga pasar. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk membeli lahan atau rumah baru yang layak huni.
Lebih memprihatinkan lagi, pembangunan KA telah menimbulkan masalah sosial. Warga yang terpaksa pindah dari kampung halamannya mengalami trauma dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Konflik sosial antar warga juga kerap terjadi akibat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan atau lahan yang terbatas.
Hingar Bingar, warga Maros dan Pangkep yang terdampak pembangunan KA ini merupakan cerminan dari kegagalan pemerintah dalam merealisasikan janji-janji kesejahteraan. Pembangunan infrastruktur yang seharusnya membawa kemajuan justru menjerumuskan masyarakat ke dalam jurang kemiskinan dan keputusasaan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, Pada saat meresmikan pengoperasian kereta api pertama di Sulawesi Oleh.Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kereta Api dengan rute Makassar – Parepare lintas Maros-Barru. Rabu 29 Maret 2023
Dengan Nilai investasi pembangunan proyek KA Makassar-Parepare berjumlah Rp 9,28 triliun. Anggaran ini berasal dari APBN, pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan APBD.

,”Namun sangat disayangkan, karena pembangunan ini hanya diperuntukan bagi segelintir orang yang selaku pemangkuh kebijakan dan.kepentingan yang di UNTUNGKAN, sementara rakyat kecil hanya menjadi korban, yang tak terdengarkan jeritan haknya,” keadilan untuk rakyat kecil tidak terdampak terpenuhi
Gelombang aksi warga masyarakat pangkep meredah setelah, hadirnya utusan perwakilan dari pihak kabalai perkeretapian, dengan membuat kesepakatan bersama, Tim Pendamping Hukum, yang ditanda tangani secara bersama dengan perwakilan serta saksi dari pihak Kapolsek, Danramil dan Camat Minasatenne untuk memediasi, pertemuan terhadap 15 warga Kelurahan Bontokio yang terdampak dalam pembebasan lahan pembangunan mega proyek Kereta Api agar segera teralisasi ganti rugi lahan tanah dan bangunan, mereka yang kini sudah 8 tahun dipergunakan, sebagai badan jalur rel kereta api
Laporan tim redaksi tombak keadilan

