MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —-Camat Mandai bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Makassar menggelar sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mandai , Kabupaten Maros , Rabu 27/09/2023.

Turut hadir dalam pertemuan Sosialisasi ini…
— Muhammad Sageruddin , Kepala Yunit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Makassar.
— Andi Chaebar. S.Ip.M.Si , Camat Mandai.
— Mayor Inf Dr. Khaedir Makkasau.S.Ag. M.Pd.
— AKP. Asep. SH.MH , Kapolsek Mandai.
— H. Mustafa , Kepala KUA Mandai.
— Para Kades Dan Lurah SE Kecamatan Mandai.
— Para Babinsa , Bhabinkamtibmas dan Babinpotdirga SE Kecamatan Mandai.
— Para Ketua RW/RT SE Kecamatan Mandai.
— Tokoh Masyarakat Adat dan Agama SE Kecamatan Mandai.

Andi Chaebar S.IP. MSi , Camat Mandai membuka acara dan memberikan sambutan di hadapan para undangan dan mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan uang.
Ia juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia adalah salah satu lembaga negara yang ditunjuk oleh negara sebagai Bank Sentral Indonesia dengan tujuan mencapai dan menjaga kestabilan rupiah.

Dan hari ini pihak perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Makassar hadir untuk mensosialisasikan atau memberikan pemahaman kepada kita semua sebagai warga negara anak bangsa untuk Cinta , Bangga dan paham Rupiah. Jelas Camat Mandai.

Disamping itu Muhammad Sageruddin , Kepala Yunit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran , Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Makassar , yang dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan bahwa , Upaya yang kami lakukan kepada masyarakat dalam hal menanggulangi peredaran uang palsu yaitu melakukan sosialisasi karena upaya dari pihak pemalsu itu makin hari makin meningkat juga .

Jadi kami akan memperbanyak sosialisasi ke masyarakat mengenai Literasi Keaslian uang rupiah . Didalam uang rupiah itu sendiri banyak pengaman pengaman yang ada didalamnya ada bisa dirabah , diterawang maupun dilihat.
Dan berharap agar , adanya sosialisasi ini semakin tersosialisasi ke masyarakat bagaimana mengenali ciri ciri keaslian uang rupia sehingga mereka bisa membedakan antara mana uang asli dan mana uang palsu. Jelasnya.

Ia pun berharap, masyarakat bisa mengikuti perkembangan zaman. Termasuk, sistem pembayaran non tunai. Tutupnya.
Tim Red : (Edy Hadris)

