MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Berhembus kabar mengatakan pedagang yang sudah membayar panjar namun belum sempat melunasi Uang pembangunan lapaknya bakal akan ditarik kembali oleh ketua dan pengurus asosiasi yang sangat berpengaruh dalam pembagian lapak tersebut sehingga kesannya bukan membantu Pedagang Namun ada unsur paksaan dalam pelunasan lapak tersebut, Jumat 28/04/2023.
Nampak dari bukti chat dari gruop whatsaap para pedagang yang belum melunasi Uang lapaknya akan di ambil alih,” mirisnya lagi melalui percakapan whatsaap antar pedagang yang meresa diberi kewenangan oleh dirut perumda makassar raya dengan kasarnya berkata “Jangan hanya maunya sudut saja Giliran di tagih Lunasi uang lapaknya tidak mau bayar semua,” ujar Sulkifli Sahar yang merupakan pihak pengembang dan INDIRA selaku pengurus Asosiasi, didalam chatnya di grup WhatsApp pedagang.

Didalam chatnya yang lain di berkata lagi “Tabe ketua asosiasi yg mau cocokkan data silakan kesentral karena yakin saja saya kan tegas untuk pembayaran lapak yang tidak selesai apalagi tidak ada sama sekali,” tuturnya dalam chat grup WhatsApp yang terkesan sangat arogan
Sampai Saat ini belum ada kejelasan titik terang bagi para pedagang yang terdampak kebakaran beberapa bulan lalu terkait permasalahan pembangunan kios lapak baru dijalan Hos Cokroaminoto pasalnya setelah beberapa pedagang yang telah membayar DP dari harga yang dianggap telah disepakati secara sepihak hanya sebahagian pedagang saja yang dapat menikmati atau merasakan. Mereka ini kebanyakan ketua dan pengurus asosiasi serta orang yang di sinyalir membeli lapak atau posisi strategis lapak hingga walau tanpa aliran listrikpun mereka sudah bisa berjualan.
Sementara disisi lain, beberapa pedagang menyampaikan kepada awak media ini bahwa mereka belum melunasi tempatnya dengan alasan karena belum ada uang sama sekali sebab mereka tidak diberi kesempatan dulu untuk menempati lapak tersebut berjualan sementara waktu sambil mengumpulkan uang guna membayar sisa pelunasan lapaknya yang terkesan mahal dan mencekik mereka
Walaupun mau tidak mau mereka harus terima demi asap dapur tetap mengepul dan menurut mereka lagi bahwa semua adalah korban dan baru saja mengalami kerugian besar pasca musibah kebakaran jadi bukan saja mereka harus mengeluarkan uang untuk tempat usaha tapi juga modal untuk kembali mengganti barang jualan yang kemarin habis dilalap api, itulah mengapa menurut data yang di dapatkan redaksi bahwa dari 954 lapak yang terbangun baru 28 lapak yang melakukan pelunasan.

“Lanjutnya kemudian setelah lunas bukannya kami bisa langsung berjualan akan tetapi harus memperbaiki lagi Lantai dan pintu serta dindingnya minimal harus dilapisi dengan trikplek karena harga perlapak yang ditetapkan oleh Dirut PD pasar sebesar 4 juta perlapak belum termasuk pintu, lantai dan plafon sehingga pedagang masih butuh biaya yang besar lagi untuk memperbaiki lapaknya agar bisa digunakan” ujar pedagang yang tidak ingin dipukblikasikan namanya.
keinginan pedagang untuk dapat berjualan sebelum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh oknum Dirut Perumda pasar beserta kontraktornya dengan mematok harga 4 juta perlapak tanpa lantai, pintu dan plafon dengan janji lapak relokasi tersebut bisa digunakan sebelum bulan puasa walaupun saat itu dipandang oleh Pedagang harga tersebut tidak masuk akal, akan tetapi pedagang terpaksa menyetujuinya dikarenakan keinginan pedagang untuk bisa memanfaatkan lapak tersebut saat bulan puasa
Namun sayangnya pada pedagang harus gigit jari sebab janji itu tidak terealisasi sebab pada kenyataannya sampai bulan puasa telah berlalu lapak relokasi tersebut tidak kunjung bisa digunakan dan bahkan diperparah lagi dengan adanya ultimatum untuk segera melunasi lapaknya walaupun lapak belum bisa ditempati berdagang.
,”Sampai berita ini ditayangkan belum ada, keterangan resmi dari pihak terkait, dari pihak perumda selaku pengelolah pembangunan
Laporan tim Investigasi

