MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Usai viral dipemberitaan bukti rekaman percakapan, Kaur dan pedagang, minggu lalu, terkait pungli yang dilakukan, oleh kepala pasar Alim Bakrie, kini beralih dengan video rekaman, pengakuan seorang pedagang yang membeli lapak melalui ketua asosiasi aspek 5, dengan harga 17 juta, satu lapak, ternyata milik jatah direksi utama makassar raya, Iksan Abduh
Satu persatu permainan kotor dalam pembangunan lapak, sudah mulai terbongkar dengan adanya beberapa bukti kecurangan dalam pembagian lapak, yang tidak serentak dan tidak transparan, semakin jelas, bahwa pembangunan kios lapak yang berada diatas badan jalan Arteri , Minggu 11/04/2023.
Jalan umum yang harusnya berfungsi melayani angkutan utama untuk perjalanan jarak jauh, dengan Kapasitas jenis jalan ini cenderung lebih besar dari volume lalu lintas yang tidak boleh terganggu oleh kegiatan lokal, Namun karena kondisi jalan Hos Cokro Aminoto berdempetan, dengan Rest Area kompleks pasar, hingga menjadi pilihan utama, untuk dijadikan sebagai pembangunan lapak PK 5 sementara waktu yang tidak menentu batas’nya

Di balik dari pembangunan kios lapak pedagang, bukanya menyelesaikan solusi bagi para pedagang eks kebakaran beberapa bulan lalu,” Namun melahirkan kisruh serta pertikaian besar besaran, lantaran banyak’nya dugaan campur tangan mafia yang ikut bermain, hingga menimbulkan pungli dan korupsi secara berjamaah,
Mulai dari pemain tender proyek, yang berkisaran milyaran rupiah, hingga para pembagian pengelolaan listrik PLN, yang secara langsung ditunjuk oleh dirut pasar, dalam pengelolaan tagihan perlapak yang terbagi menjadi beberapa bagian, dalam/hari untuk meraup keuntungan persen setiap lapak
Sementara di disi lain, Unit Layanan Pengadaan.(ULP) PLN Karebosi belum berani memberikan penerangan ke lapak terkait semua tiang listrik sudah terbungkus lapak” dan
sampai saat ini belum berani memasang SLO Panel,Listrik PLN Belum terpasang, di Tiang pasalnya masih ada beberapa titik dilokasi objek masih terbungkus dan kelilingi oleh bangunan lapak, yang sangat padat dan rapat, serta sangat rawan dan beresiko, apabila jarak antara Atap bangunan dan Panel Listrik PLN resikonya sangat besar, apabila tidak ada celah,” Bisa bisa lapak itu tersetrum aliran listrik

Pembagian “Tender Proyek Listrik PLN yang dilakukan oleh dirut pasar, asal tunjuk orang saja,” dan sangat menyalahi aturan, tanpa memikirkan resiko, dengan banyak’nya pemasangan Instilasi kabel, yang terpasang, dilokasi pembangunan lapak, yang dikerjakan oleh orang orang yang bukan Ahli dibidang listrik dan tidak memiliki sama sekali, sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )
ditempat terpisah ketua Investigasi Dan Monitoring Lembaga Kontrol Independen Nasional, mengemukakan bahwa tidak ada alasan lagi pihak kajati dan oknum pihak kepolisian untuk tidak turun, ” Verifikasi secara Faktual Kembalikan Data KIB Dan Lapak Yang Ada Sekarang
Pasalnya terlalu banyak campur tangan dari pihak ketua asosiasi dan termasuk didalam’na. Hanya pengurusnya saja yang di,untungkan, untuk mendapatkan lokasi yang bagus, sementara angggota pedagang lain selalu dikorbankan dan hanya dipandang sebelah mata, padahal sama sama korban
Seharusnya yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal ini, adalah Dirut Pd pasar makassar raya, serta kepala pasar dan para ketua asosiasi, yang sudah sepakat secara sepihak, dan anggota anggota terpaksa hanya bisa ikut, walaupun hanya gigit jari, ketika ditunjukan lapaknya dengan lokasi yang tidak layak, karena tidak bisa bersaing dalam mendapatkan posisi, yang serba pake uang
Termasuk semua yang berkoar koar itu, sebelumnya, ” tidak ingin diganggu dari pihak luar,” karena mereka sudah mendapatkan jatah lapak diposisi yang bagus padahal sebelumnya tempatnya tidak sebaik sekarang lokasinya, Ujar pedagang yang tidak ingin dipublikasikan namanya

Lanjutnya lebih banyak pedagang yang menjadi korban dan kecewa, akibat permainan dirut dan kepala pasar, serta ketua asosiasi,” Intinya kami dan para pedagang meminta kepada penegak hukum, Netralisasikan dulu pembangunan lapak, Kalau Perlu disegel terlebih dahulu, agar tidak ada aktivitas didalam, nanti setelah Clear permasalahan ini, baru diperbolehkan, untuk aktif berdagang
Dan kembalikan kesepakatan awal sesuai dengan komitmen yang sudah disepakati secara bersama sama, bahwa yang sudut tetap pada posisi sudut, pinta pedagang
Kami minta Dengan sangat agar pihak Oknum kepolisian serta semua unsur yang terkait untuk diundi dengan sistem cabuk nomor sesuai Blok lapak masing ma sing,” Jangan hanya yang punya Uangnya, saja diberikan prioritas, ungkap pedagang
Sampai Berita ini tayang Yang bersangkutan tidak berhasil ditemui saat ingin diminta tanggapannya terkait video yang beredar (**/red
Laporan tim koalisi Tri 3 Pil

