Wamenkes Apresiasi Pangkep, Desa Siaga TB Capai 100 Persen dan Diusulkan Jadi Percontohan Nasional
GerbangIndonesiaTimur. Com. PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, atas keberhasilannya membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB) hingga 100 persen. Capaian tersebut bahkan menjadikan Pangkep sebagai calon percontohan nasional Desa Siaga TB tingkat kabupaten.
Hal itu disampaikan saat Kunjungan kerja Wamenkes bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dilakukan dalam rangka meninjau pelaksanaan skrining tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Ma’rang, Jumat (7/8/2026).
Kedatangan rombongan disambut Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kunjungannya, Wamenkes meninjau langsung pelaksanaan skrining TB menggunakan portable X-Ray serta berdialog dengan tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai pelaksanaan deteksi dini tuberkulosis di Kabupaten Pangkep.
Benjamin mengaku terkesan dengan capaian Desa Siaga TB di Pangkep yang telah mencapai 100 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang baru sekitar 11 persen.
“Kami sangat kaget di Pangkep telah melakukan Desa Siaga TB dan 100 persen. Itu prestasi sangat luar biasa, karena di Indonesia baru 11 persen. Ini akan kita buat percontohan nasional untuk tingkat kabupaten. Saya dan Pak Wamendagri sangat kagum melihat cara kerjanya yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah kecamatan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam menjalankan program pengendalian TB.
Benjamin menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis yang diintegrasikan dengan percepatan pemberantasan tuberkulosis melalui skrining menggunakan pemeriksaan X-Ray.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB. Menurutnya, meski tingkat keberhasilan pengobatan TB di Indonesia telah mencapai lebih dari 90 persen, upaya pencegahan melalui skrining kontak serumah dan pemberian terapi pencegahan masih perlu terus diperkuat.
“Kalau ada yang sakit, seluruh anggota keluarganya harus diperiksa. Mereka yang tidak sakit perlu diberikan obat pencegahan, sedangkan yang sakit harus diobati. Saya meminta bantuan Pak Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan agar pemberian obat pencegahan ini terus ditingkatkan. Ini salah satu cara paling efektif menurunkan kasus TB di Indonesia,” katanya.
Muh. Ilham Nur
