Tingkatkan Pengetahuan Petani, Mahasiswa Laksanakan Sosialisasi dan Pemeriksaan pH Tanah menggunakan PH meter tancap 4 in 1 di Desa Bonto Cinde
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM BANTAENG BONTO CINDE —— Mahasiswa KKNT 116 Universitas Hasanuddin,Inaya Bamba,menggelar sosialisasi dan Pemeriksaan PH Tanah untuk Meningkatkan Pengetahuan Petani tentang Kesuburan Tanah Di desa Bonto Cinde, 29 Juli 2026 — Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesuburan tanah, mahasiswa melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan pemeriksaan pH tanah menggunakan alat pH meter tancap 4 in 1 di Desa Bonto Cinde pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, khususnya petani yang membudidayakan tanaman padi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kondisi tanah dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Salah satu aspek yang diperkenalkan kepada petani adalah tingkat keasaman tanah atau pH, yang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
Dalam kegiatan sosialisasi, petani diberikan pemahaman mengenai pengertian pH tanah, pentingnya menjaga kondisi tanah, serta hubungan antara tingkat keasaman tanah dengan pertumbuhan tanaman padi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapatj membantu petani dalam menentukan langkah pengelolaan lahan yang lebih sesuai dengan kondisi tanah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemeriksaan kondisi tanah secara langsung menggunakan pH meter tancap 4 in 1. Mahasiswa memperagakan cara menggunakan alat tersebut dengan menancapkan probe ke dalam tanah pada lahan pertanian. Petani kemudian diperkenalkan dengan cara membaca hasil pengukuran dan memahami informasi yang ditampilkan oleh alat.
Penggunaan alat pH meter tancap 4 in 1 menjadi bagian penting dalam kegiatan karena petani dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi tanah dapat diperiksa menggunakan alat sederhana dan praktis. Selain pengukuran pH, alat 4 in 1 pada umumnya juga dapat memberikan informasi mengenai beberapa kondisi lingkungan tanah lainnya, seperti kelembapan dan suhu, sesuai dengan spesifikasi alat yang digunakan.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Petani tidak hanya mengikuti proses pemeriksaan tanah, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai kondisi lahan pertanian yang mereka kelola serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Bonto Cinde, khususnya petani, dapat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kondisi tanah sebagai bagian dari pengelolaan lahan pertanian. Pengetahuan mengenai pH tanah diharapkan dapat menjadi salah satu dasar bagi petani dalam menentukan pengelolaan tanah dan pemupukan yang lebih tepat sesuai kebutuhan tanaman.
Program kerja individu ini sekaligus menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa bersama masyarakat dalam mendukung peningkatan pengetahuan di bidang pertanian. Dengan adanya edukasi dan praktik sederhana di lapangan, diharapkan penerapan pertanian yang lebih terukur dan berkelanjutan dapat terus dikembangkan di Desa Bonto Cinde.
Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan pH tanah ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata, tetapi dapat mendorong petani untuk lebih memperhatikan kondisi tanah sebagai salah satu kunci dalam menjaga produktivitas tanaman padi dan keberlanjutan lahan pertanian.
Laporan dipublish tim red

