Tingkatkan Keamanan Wisatawan, Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Terapkan Manajemen Risiko di Wisata Bukit Bao Malle’ Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana Kabupaten Majene
MAJENE SULBAR GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM –— Dalam upaya mendukung pengembangan pariwisata yang aman dan berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berbasis implementasi manajemen risiko di Wisata Bukit Bao Malle’, Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu (8/8/2026).
Program kerja individu ini digagas secara langsung oleh Rahmat Darmawan, mahasiswa Jurusan Manajemen dari Universitas Hasanuddin. Melalui latar belakang keilmuan manajemen yang ditekuninya, inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen risiko ke dalam pengelolaan destinasi wisata desa, sehingga potensi bahaya dapat dipetakan dan dimitigasi secara sistematis dan efektif.
Wisata Bukit Bao Malle’ dikenal menawarkan panorama alam perbukitan yang indah dan memikat para pengunjung. Namun, akses jalur menuju puncak bukit tergolong cukup terjal dan curam, serta memiliki sejumlah titik rawan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Oleh karena itu, pembuatan dan penempatan papan himbauan dinilai sangat krusial sebagai langkah preventif untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat berwisata, khususnya saat pengunjung melintasi jalur licin atau area tepi tebing.
Pelaksanaan program ini terwujud berkat kolaborasi dan partisipasi aktif dari unsur pemuda serta perangkat desa setempat. Pemasangan papan-papan himbauan keselamatan di titik-titik rawan tersebut dibantu langsung oleh rekan-rekan Karang Taruna Desa Lalatedzong bersama Kepala Dusun di Desa Lalattedzong yang turut mendampingi proses pembuatan dan proses pemasangan di lapangan.

Adapun langkah mitigasi yang diimplementasikan meliputi:
Pemasangan Papan Himbauan Fisik: Penempatan rambu peringatan pada titik-titik bahaya seperti lereng curam, jalur terjal, dan batas aman area swafoto.
Kolaborasi Bersama Pemuda & Tokoh Masyarakat: Menggandeng Karang Taruna dan Kepala Dusun guna menumbuhkan kesadaran kolektif terkait pentingnya standar keselamatan wisata desa.
Mendukung Wisata Berkelanjutan: Menjadikan aspek manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam pengelolaan destinasi wisata lokal agar wisatawan merasa aman dan nyaman.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN, Karang Taruna, dan pemerintah dusun setempat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keamanan pengunjung sekaligus meningkatkan daya tarik Wisata Bukit Bao Malle’ sebagai destinasi yang indah dan ramah wisatawan di Desa Lalattedzong.
Laporan dipublish tim red

