Tim Mannennungeng Selenggarakan Pelatihan Garisi’ Mannennungeng, Hadirkan Koordinator BPP Barebbo Bahas Program PM-AAS Kementan
BONE SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan pelatihan Garisi’ Mannennungeng di Balai Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Barebbo, Yusuf Latief, S.P., sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pelatihan Garisi’ Mannennungeng merupakan salah satu implementasi utama dalam program Smart Hydro Loop yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Program ini berorientasi pada penerapan pola tanam adaptif, pemanfaatan varietas unggul, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengantisipasi risiko gagal panen. Kegiatan tersebut diikuti oleh para ketua kelompok tani, petani, dan masyarakat Desa Kajaolaliddong sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap inovasi pertanian yang sejalan dengan arah pembangunan pertanian nasional.
Dalam pemaparannya, Yusuf Latief menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan inovasi pertanian modern yang dikembangkan Kementerian Pertanian setelah Menteri Pertanian melakukan studi lapangan ke Arkansas, Amerika Serikat. Teknologi tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi agroklimat Indonesia agar lebih relevan diterapkan di berbagai wilayah sentra produksi padi.
Melalui kombinasi sistem tanam Arkansas dan pola tanam jajar legowo, metode PM-AAS mampu meningkatkan populasi tanaman dari sekitar 320–350 ribu rumpun menjadi 800 ribu hingga satu juta rumpun per hektare. Berdasarkan hasil uji coba di lahan seluas 1.600 hektare, metode ini berhasil menghasilkan produktivitas padi sebesar 9–12 ton gabah per hektare, jauh melampaui rata-rata produktivitas nasional yang saat ini berkisar 5,5 ton per hektare.
Koordinator BPP Kecamatan Barebbo, Yusuf Latief, S.P., menegaskan bahwa PM-AAS merupakan salah satu terobosan strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Metode PM-AAS ini sudah diuji coba dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Dengan penerapan yang disiplin, petani bisa mendapatkan hasil panen hingga 10–12 ton per hektare. Kami dari BPP siap mendampingi petani di Kecamatan Barebbo dalam mengadopsi teknologi ini,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa konsep Garisi’ Mannennungeng yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas memiliki keterkaitan yang erat dengan pendekatan PM-AAS.

“Garisi’ Mannennungeng dengan pendekatan pola tanam adaptif dan varietas unggul yang diperkenalkan sangat sejalan dengan semangat PM-AAS. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya inovasi dan ketepatan metode untuk mendorong produktivitas. Sinergi seperti ini yang kita perlukan agar petani dapat bertransformasi menuju pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum UKM KPI Universitas Hasanuddin, Aydil Fitra Mulya, menyampaikan bahwa pelatihan Garisi’ Mannennungeng menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program Mannennungeng melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami menghadirkan pemateri yang kompeten dari BPP Kecamatan Barebbo agar petani mendapatkan pemahaman yang tepat tentang program PM-AAS dari Kementan. Ini adalah bentuk sinergi antara program mahasiswa dan program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin 2026, Fadel Muhammad S., menjelaskan bahwa Garisi’ Mannennungeng memang dirancang untuk mendorong penerapan pola tanam adaptif dan penggunaan varietas unggul yang sejalan dengan konsep PM-AAS.
“Kredibilitas pemateri kita kali ini tidak perlu diragukan lagi. Pak Yusuf Latief adalah sosok berprestasi yang baru saja membuktikan kapasitasnya dengan meraih Juara 1 dalam ajang Cerdas Cermat pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Prestasi ini menunjukkan penguasaan beliau terhadap ilmu pertanian modern, sehingga sangat tepat menjadi pembimbing bagi petani kita dalam mengadopsi metode tanam yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas berharap para petani di Desa Kajaolaliddong semakin siap menerapkan strategi budidaya berbasis pola tanam adaptif, rotasi varietas, dan teknologi PM-AAS secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan petani dalam menghadapi risiko gagal panen, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

