Suara Hati Pedagang Pasar Panamppu Ketika Kepentingan Besar Tabrak Kehidupan Sehari-Hari
MAKASSAR SUL SEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Ratusan pedagang Pasar Panamppu lakukan aksi Damai didepan pasar,diJalan Poros Panamppu mereka menolak relokasi penertiban pasar yang akan dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Tallo yang akan dilaksanakan pada hari
Jumat Besok 23 Januari 2026.” Namun sebelum pembongkaran dilakukan mereka telah mendahului, dengan melakukan aksi damai didepan lapak mereka masing masing sebagai bentuk penolakan Kamis 22/01/2026.
Menurut salah seorang pedagang pasar panamppu pada awak media mereka telah berdagang selama puluhan tahun, dan pemerintah telah menikmati iuran restribusi pasar selama 30 tahun, harus’nya itu bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan,” demi kesejahteraan UKM

Lanjutnya ini bukan sekadar tempat jual beli, tapi pasar panamppu adalah jantung komunitas, tempat pertemuan budaya, dan simbol ketahanan ekonomi rakyat.
Pasca dari aksi damai yang tergabung dalam aliansi dan pedagang pasar sempat membuat kemacetan beberapa jam lamanya
Aliansi Pedagang Pasar Panamppu, yang terdiri dari ratusan pedagang tua dan muda, menggelar aksi damai menolak kebijakan penertiban pasar dari pemerintah daerah.Kebijakan yang Terkesan Mengabaikan Realitas
Pemkot pasar Panamppu, dalam pengumuman melalui selebaran memutuskan untuk melakukan Dalam rangka melaksanakan Penegakan Perda, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Kecamamatan Tallo, dengan ini kami akan melaksakan Penertiban PK5 di Wilayah Kelurahan Lembo dan Kelurahan Panammpu, untuk itu kami memohon dukungan untuk dapat menugaskan Personil Anggota BKO Satpol PP yang akan dilaksanakan:
Kami bukan pedagang pasar tetap mendukung program pemerintah dan siap dialokasikan serta dibina asal tidak dilakukan penggusuran

“para pedagang membawa spanduk bertuliskan “Hidup Bukan Cuma Penertiban, Tapi Harapan!” dan “Kami Menolak Dihilangkan!”.
Simbolik pengingat bahwa pasar adalah bagian dari tatanan hidup masyarakat. “Kami ingin dialog, bukan intimidasi,” ujar koordinator aliansi. “Kami siap ikut aturan selama mempertimbangkan kesejahteraan kami.”suara Kebijakan Pro Rakyat
Namun, ia menegaskan, penertiban pasar tetap dilanjutkan untuk “meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh”. Kebijakan ini, menurut pemerintah, akan menciptakan kota yang lebih rapi dan menarik.
Namun, para pengamat melihat risiko penggusuran ala kerja kerja ini justru dapat melemahkan ekosistem ekonomi kerakyatan dan memperluas kesenjangan sosial.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak pengelolah pasar panamppu maupun dari pihak pemerintah terkait

