PANGKEP SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Sejumlah warga minasatene mengeluhkan uang ganti rugi, atas lahan dan bangunan,” Miliknya yang terdampak pembebasan rel kereta api, hingga saat ini, belum direalisasikan ungkapnya saat memberikan keterangan kepada awak media ini.
Rina, beserta beberapa orang lainnya dalam kelompok’nya yang merupakan warga kelurahan Minasatene, kecamatan Minasatene, yang terdampak pembebasan lahan rel kereta api Maros, pangkep, dan Pare Pare, yang masuk dalam daftar rekap penilaian nilai penggantian wajar/ganti Rugi Yang masuk daftar, atas nama suaminya No 0076 Yakni (Sukriadi,) berkeluh kesah pasalnya lahan dan bangunan rumahnya sudah diambil sebahagian untuk dijadikan Badan jalan rel kereta api
Ia mengatakan lahan Dan bagunan yang ia miliki seluas 89 m2 Cuma di hargai Rp. 17.000.000, didalam daftar Nilai ganti wajar/ganti Rugi menurutnya,“ Ini tidak adil, karena tidak ada ganti Rugi untuk bangunan dan hanya ganti tugi tanah saja,” itupun sangat tidak wajar,

Beliau sangat heran dengan harga ganti rugi tanah tetangga’nya yang berdekatan dengan lahan,” bagunan yang ia miliki,” Tetangganya cuma 25 Meter yang terdampak pembebesan dan di hargai Rp710.000 permeter’ dengan total nilai yang diterimah ( 17750,000) itupun bangunan rumahnya tidak tersentuh sama sekali, padahal rumah miliknya, masuk dalam ukuran terdampak pembebasan lahan
“Sedangkan tanah Dan bagunan yang Ia miliki hanya di hargai Rp.150.000 permeter. Dengan zona yang sama serta berkas kepemilikan sama sama hanya PBB
“kami tidak tahu lagi, harus mengeluh kemana lurah Minasatene dan aparat pemerintah setempat, sudah tidak perduli lagi,” imbuhnya.
Berkenan dengan kasus tersebut, Rina berharap Kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar mengunjungi wilayahnya untuk memberantas mafia tanah khususnya yang ada di kabupaten Pangkep

“ Menurutnya pada saat penggusuran secara paksa,” Pemerintah setempat tidak ada yang hadir, dan saat itu saya menghubungi, Lurah, dia bilang, saya tidak ada urusannya dengan kamu Rina,” ungkapnya padahal kami warganya, warga negarà yang punya Hak asasi manusia untuk diberi perlindungan dan keadilan
“Dan tidak sampai disitu saja, saat dilakukan pengusuran paksa,” kami di bawakan oknum yang berseragam lengkap dan dipersenjatai untuk mengancam masyarakat agar setuju dengan harga yang sangat relatif murah,” ucapnya.
Rina menjelaskan tidak pernah menolak atau melawan pembangunan rel kereta api, tetapi yang kami tolak cuma soal harga.
“Dimana hati Nurani pemerintah ini? karena bagunan saya terdampak tapi tidak di bayar dengan harga yang tidak manusiawi,” keluhnya.

Anwar Bahar Yang Menjabat Sebagai Lurah Minasa Tenne Pada Saat Itu
Sementara Anwar bahar yang menjabat pada saat selaku Lurah, saat dihubungi
Soal tanah nya warga yang belum dibayar,” berdalih bukan kewenangannya.“ Beliau mengatakan Bukan wewenang kami,” Kami hanya sebatas memberikan data ke pertanahan.
Menurutnya semenjak Ada proyek Nasional pembebasan lahan rel kereta api di kelurahan nya ia tidak pernah ketemu dengan yang nama nya Tim Appraisal hingga saat ini.“ Jangankan ketemu, orangnya saja saya tidak pernah lihat,” ucap Anwar Bahar
Ia menjelaskan, dirinya hanya sebatas memberikan data warga. atas lahan warga yang terdampak pembebasan rel kereta api ke pertanahan hanya sebatas itu, setelah itu muncullah harga dan warga karena diperintahkan, disuruh kumpul di kantor kecamatan, dengan harga yang sudah tercantum dalam daftar.

Disisi lain, Tim Appraisal, Nasrullah ketika dihubungi beberapa bulan lalu, terkait SOP
Mengatakan bahwa tim appraisal dan tim percepatan pembanguna Rel Kereta Api Pada saat turun menilai harga tanah Dan bangunan warga yang terdampak pembebasan rel kereta api,” Menjelaskan bahwa serial bidang sawah, ladang dan bangunan sudah pasti ditinjau dan didampingi oleh perwakilan pemilik/pemerintah setempat/RT/RW
Namun yang menjadi kejanggalannya disini, dengan adanya tim percepatan pembangunan, untuk membayarkan uang ganti rugi yang diketahui oleh warga bernama Nurhasan dalam pengakuannya sebagai tim Apprisial membawakan warga sejumlah uang pada saat tengah Malam Jam 00 — 01 dinihari, ini khan Aneh Menurutnya,
Laporan Reporter Git : Arya/ Abd Gaffar

