MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM- – – –Kalau kebanyakan masyarakat umum pengguna jalan melihat dan menilai ” Pa OGA ” Atau pemuda pemuda yang biasa menyeberangkan pengendara atau pengemudi membuat MACET,
Iptu Kamal tidak menampik hal itu.
Namun hal itu justru tidak membuat Polisi Bugis itu diam,dia terus evaluasi wilayah kerjanya termasuk perlambatan bahkan kemacetan yang sering kali terjadi di wilayah maros,
” Kita melihat sisi negatifnya saja, ayo kita lirik sisi manfaatnya,” ajak Iptu. Kamal,
“Mereka itu sebenarnya sangat membantu pengemudi yang akan memutar atau balik arah.di titik titik tertentu di saat petugas lalu lintas dan Dishub tidak sedang di jalur. Seperti lepas jam rawan yakni jam-jam kantor dan jam pulang kantor, yakni di siang hari dan malam hari di saat petugas lalu lintas dan dishub sedang tidak berada di jalan raya.
Namun hal itu wajib di awasi dan diberikan Pemahaman dan pengetahuan prihal cara menyetop kendaraan dan cara mengarahkan kendaraan dengan Benar sehingga tidak macet
Mereka saya berikan pembelajaran dan pemahaman tentang cara benar dan aman menyetop kendaraan sehingga tidak mengabaikan keselamatannya, keamanan kendaraan yang akan menyeberang atau memutar, termasuk kami sarankan membuat Papan ” STOP” serta kenakan rompi yang scootlight agar terlihat, dengan pemahaman cara menyetop dan menyeberangkan kendaraan dengan benar insya Allah tidak akan menjadikan arus lalin jadi terhambat karena tertib,” imbuhnya.
Iptu. Kamal menambahkan ” mereka kami awasi & mereka tidak bisa ada di jalan atau.di titik titik pemutaran pada saat jam jam padat atau jam kantor pada saat petugas Lalu lintas dan Dishub sedang ada di jalan, dan mereka semua sepakat dan siap membantu menjaga tetap Lancarnya arus lalu lintas.”
Kami sekarang baru paham cara menyetop kendaraan dengan aman dan baik setelah di ajari oleh pa kamal,kami juga tidak capek mi menyeberangkan kendaraan, karena kami hanya 2 orang di setiap pemutaran” kesan salah satu Pa Oga sebut saja Gesti.
Laporan diPublish By (**/WS)

