PANGKEP SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Banyaknya permasalahan sosial terutama masalah pembebasan lahan telah mengakibatkan beberapa warga dikelurahan Bontokio kehilangan tempat tinggal, dan lahan tempat mengantungkan hidup, dampak dari pembangunan Mega proyek rel kereta api rute Maros-Pangkep Sabtu 29/04/2023
Saat ini menjadi kendala, bagi warga pangkep yang terdampak dalam pembebesan lahan rel kereta api, yang belum sama sekali menerimah, ganti rugi, pasalnya harga yang ditawarkan bervariasi, dan tidak layak yang dilakukan, oleh tim percepatan,
Menurut salah seorang warga, (Iqbal), yang terdampak lahannya dari pembebesan rel kereta api,” Bahwa Tim Apprasial bersama BPN, dan pengadilan, serta pemerintah setempat, bahwa dirinya, tidak pernah diundang hadir dalam rapat pertemuan, maupun dalam hal sosialisasi, padahalnya namanya terdaftar dalam nominatif pembebesan lahan

Begitupun petugas survei tidak pernah terjun langsung untuk meninjau lokasi warga, yang terdampak lahannya, sehingga beberapa kisruh yang memicuh, warga menolak, karena dengan harga yang dipatotkan jauh, dari selisi yang di janjikan pada saat sosialisasi, pertama, bahwa pemerintah akan menganti untung,” Namun pada kenyataannya, warga sangat di rugikan.
Miris’nya lagi beberapa lahan milik warga dihargai dengan harga yang sangat miring dan tidak wajar, selisi’nya sangat jauh dengan yang diharapkan oleh pemilik lahan baik tanah Kering, Bangunan Ladang Sawah dan kesannya dipaksakan seolah olah, mau tidak mau harus siap terimah keinginan yang mengatasnamakan pemerintah pusat
Ketua kelompok warga, kelurahan Bontokio Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan,” (Iqbal), berharap, agar ada tim dari pemerintah pusat,” Utama Bapak.Presiden Jokowi Widodo,” untuk kembali meninjau lokasi warga yang sampai saat ini belum teralisisasi pembayarannya, sementara lahan mereka sudah menjadi Badan Jalan Rel Kereta Api, yang baru beberapa bulan diresmikan.
Laporan Crew Git : Arya

