Peningkatan Kapasitas Nelayan dan Anggota Asosiasi Demersal Indonesia: Panduan Penanganan Spesies ETP (Penyu dan Hiu) sebagai Hasil Tangkapan Sampingan
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM GALESONG UTARA SULSEL —- Dalam upaya meningkatkan kapasitas nelayan dan anggota Asosiasi Demersal Indonesia, Kepala Desa Huzeiin SE telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan swasta. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan kapasitas dan meningkatkan dampak program.
Desa Tamalate Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar memiliki garis pantai yang panjang. Namun, di balik kekayaan sumber daya perikanan ini, terdapat tantangan yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Salah satu isu yang paling mendesak adalah penangkapan spesies yang tidak diinginkan, seperti penyu dan hiu, sebagai hasil tangkapan sampingan.
Kelompok Nelayan Desa Tamalate yang tergabung dalam Asosiasi Demersal Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan anggota asosiasi dalam menangani spesies ETP (Endangered, Threatened, dan Protected) seperti penyu dan hiu,”
Dalam kesempatan pertemuan yang digelar dikantor balai Desa Tamalate bersama beberapa Mentor,WWF organisasi konservasi non-pemerintah (LSM) independen berbasis sains yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem alam, serta meminimalkan dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan


Hadir sebagai mentor WWF organisasi konservasi dalam pertemuan ini Yakni :
Irvan Ahmad Fikri
Teo Andri Saputra
Sukron Alifi RintiAntoto beserta ketua Asosiasi Demersal Indonesia Agus Saputra
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan panduan penanganan spesies ETP sebagai hasil tangkapan sampingan,” serta Panduan ini dirancang untuk membantu nelayan dan anggota asosiasi memahami cara menangani penyu dan hiu yang tertangkap secara tidak sengaja, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap populasi spesies tersebut.
Identifikasi Spesies: Sebelum menangani spesies ETP, penting untuk mengidentifikasi jenis spesies yang tertangkap. Penyu dan hiu memiliki ciri-ciri yang unik, seperti karapas penyu atau sirip hiu. Dengan mengidentifikasi spesies yang tepat, nelayan dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Penanganan untuk melakukan dengan hati hati agar tidak menyebabkan cedera atau stres pada spesies,” Nelayan harus menggunakan sarung tangan dan memegang spesies tersebut dengan lembut, tanpa menyentuh bagian yang sensitif.
Pembebasan Jika spesies ETP masih hidup, nelayan harus membebaskannya ke laut secepat mungkin. Pastikan spesies tersebut dalam keadaan sehat dan tidak terluka sebelum membebaskannya.


Dalam praktiknya, nelayan dapat menggunakan beberapa teknik untuk mengurangi penangkapan spesies ETP, seperti,”Menggunakan ukuran mata jaring yang lebih besar untuk mengurangi penangkapan spesies kecil
Menggunakan alat tangkap yang memiliki sistem pengeluaran otomatis untuk membebaskan spesies yang tidak diinginkan
Menghindari daerah yang dikenal sebagai habitat spesies ETP
Dengan mengikuti panduan penanganan spesies ETP ini, nelayan dan anggota Asosiasi Demersal Indonesia dapat berkontribusi pada upaya konservasi spesies laut yang penting.
Selain itu, panduan ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan nelayan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Huzeiin SE menyatakan, “Kami ingin meningkatkan kapabilitas nelayan kami agar mereka dapat menghadapi tantangan-tantangan di laut dengan lebih baik.
Dengan peningkatan kapasitas, kami yakin bahwa nelayan kami dapat meningkatkan produksi dan kualitas hasil laut, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka.”
Program peningkatan kapasitas ini meliputi pelatihan-pelatihan tentang teknologi penangkapan ikan, manajemen sumber daya perikanan, dan pemasaran hasil laut.”nelayan juga akan diberikan kesempatan untuk belajar tentang keamanan dan keselamatan kerja di laut, serta bagaimana menghadapi perubahan iklim yang mempengaruhi hasil laut.
Selain itu, Kepala Desa Huzeiin SE juga berencana untuk memperkuat Asosiasi Demersal Indonesia di desa Tamalate. Asosiasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil laut, serta mempromosikan produk-produk perikanan lokal di pasar nasional dan internasional ujarnya
Laporan dipublish tim red

