MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —–Pengurus masjid Nurul Jihad lingkungan Tetebatu Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan aneka menu khas untuk berbagi dengan sesama.

Ini tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap 12 Rabiul Awal untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata Panitia Maulid di Masjid Nurul Jihad , Moh. Ali , yang dikonfirmasi awak media ini , Kamis 28/09/2023.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini diawali dengan pembacaan Qalam Ilahi oleh Ustadz Ramli S.Ag , dan dilanjutkan Dzikir Maulid bersama para Jamaah yang hadir mengikuti acara tersebut.
Di acara Maulid ini panitia Masjid Nurul Jihad menghadirkan Ustadz KH. Muhammad Nurkhalili Al’Qosim , dengan ceramah yang bertemakan KEUTAMAAN MAULID.
Ia juga mengatakan rasa sukur karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini masih mempertemukan kita , dan mudah – mudahan ditahun akan datang Allah Subhanahu Wa ta’ala masih mempertemukan kita bisa kembali melaksanakannya. Ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut..
– Ustadz KH. Muhammad Nurkhalili AL ‘ Qosim.
– Ustadz Muh. Nurmakka.
– H. Hamid , Ketua Pengurus Masjid Nurul Jihad.
– H. Nurhadi , Ketua Yayasan Masjid Besar Jannayul Firdaus.
– Pelda Samsul Arifin , Babinsa Kel. Bontoa Kec. Mandai.
– Pelda Herman , Bhabinkamtibmas , Kel. Bontoa Kec. Mandai.
– Purn TNI AD , Albar Ali.
– A. Jalil Yahya , Crew LSM Kipfa RI Kab. Maros.-
– Abd. Salam , Ketua RW 01 Ling. Tetebatu Kel. Bontoa Mandai.
– Dan para pengurus serta Jamaah Masjid Nurul Jihad.

Ditempat yang sama Syamsir yang akrab disapa Anci yang juga pengurus Masjid Nurul Jihad , yang dijumpai wartawan media ini , mengatakan, kegiatan ini juga untuk mengajarkan saling berbagi kepada para tetangga, khususnya bagi yang kurang mampu dengan membagikan sejumlah bakul maulid. Ujarnya.

Kendati bakul maulid yang sudah lebih modern, karena sudah menggunakan ember besar namun tidak mengurangi khas perayaan Maulid masyarakat Kabupaten Maros khususnya masyarakat lingkungan Tetebatu Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai .

Menurut Anci , setiap rumah tangga yang berkecukupan akan membawa satu hingga tiga bakul maulid ke masjid untuk selanjutnya digelar doa dan dzikir bersama.
Setelah dzikir bersama digelar, maka hiasan bakul maulid pun dibagikan ke seluruh warga Jamaah yang hadir atas bantuan pihak panitia maulid,” Ujar Anci.

Lanjut ia mengatakan, bakul maulid yang diperoleh dari setiap orang yang membawa , tidak akan mendapatkan bakul maulidnya sendiri, melainkan akan memperoleh bakul maulid yang dibawah oleh orang lain , karena pihak panitia sudah mengacaknya.

Hal tersebut dilakukan untuk melatih keikhlasan dan rasa kebersamaan, sehingga tidak berharap mendapatkan lebih dari bakul yang dibawanya ke masjid.
Bisa saja bakul besar yang kita bawa ke masjid, tetapi mendapatkan bakul kecil ataupun sebaliknya, jadi kita ikhlas saja untuk berbagi . Jelasnya.
Tim Red : ( Edy Hadris ).

