Editor : Edy Hadris.
MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ———–Tindakan tegas harus dilakukan pemerintah, hal tersebut disampaikan Ismail Tantu aktivis Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara LEMKIRA INDONESIA bersama awak media .
Setelah melakukan investigasi ke lokasi pabrik langsung berkunjung menemui pemilik pabrik Sosis Lila Food yang berlokasi di kelurahan Allepolea lingkungan Bonto Kapetta ll Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
Dan selanjutnya melakukan konfirmasi ke dinas PUPR bidang Penataan Ruang dan Pertamanan. Ungkapnya.
Lanjutnya mengatakan sebagai atensi kami atas laporan masyarakat terhadap dugaan pencemaran lingkungan kami telah melakukan investigasi ke berbagai pihak yg terkait apakah mereka sudah mengantongi ijin atau tidak .
Khususnya dinas PUPR dan pemerintah setempat yakni kepala kelurahan Allepolea sebagai bagian yg lebih tahu tentang pembangunan didaerahnya.
Dari hasil pengembangan dugaan pencemaran ternyata pabrik sosis tersebut tidak mengantongi ijin padahal sudah lama beroperasi.
Menurut ISMAIL TANTU sangat disayangkan pabrik sebesar itu tak punya ijin padahal usaha tersebut tergolong besar karena berdasarkan keterangan pemilik Usaha omset mereka sampai 300 jutaan perbulan. Imbuhnya.
Ia lanjut mengatakan dalam area pabrik ataupun sekitar pabrik setidaknya ada 4 titik yg menjadi perhatian kami.
Pertama didepan pabrik ada beberapa petak bangunan yg hampir jadi yg kemungkinan akan dijadikan storage .
Kedua bangunan lama yg cukup luas yg kelihatannya tempat usaha pembuatan sosis pertama sebelum adanya pengembangan.
Ketiga adalah bangunan pabrik yg besar dan telah beroperasi setidaknya 4 bulan dan mempekerjakan puluhan orang pekerja .
Keempat perluasan area pabrik yang cukup luas namun masih tahap pekerjaan lantai kerja. Perluasan area pabrik yang sementara dikerjakan ini dari hasil penelusuran pada geogle maps tahun 2022 adalah sawah produktif.
Selanjutnya kami mencoba mengecek apakah mereka mempunyai IPAL ?
Menurut mereka ada, bahkan mereka mencoba menunjukkan lokasi ipalnya sayangnya bak2 kontrol yg ditunjukkan tertutupi lantai keramik sehingga kami kurang yakin tentang hal tersebut.
Sangat disayangkan bahwa ada pabrik yg telah beroperasi beberapa tahun, sementara belum mengantongi ijin, ini sama halnya bangunan liar, kenapa pemerintah setempat tidak melakukan penertiban.

Mana dinas PUPR bidang Penataan Ruang dan Pertamanan mana pengawasnya….?
Mana dinas DPKPLH mana pengawasnya…..?
Mana dinas DPMPTSP mana pengawasnya….? dan SATPOL PP sebagai penegak aturan, penegak PERDA mana pengawasannya….?
Oleh karena itu kami mendesak semua pihak agar menjalankan tugasnya dengan baik dan khusus pak KASATPOL PP kami desak untuk melakukan penertiban terhadap pabrik yang tidak mengantongi ijin.
Pemilik usaha ketika di temui awak media mengatakan bahwa pemilik usaha sangat berterima kasih atas kedatangan teman teman media dan LSM agar ijin yang kami urus cepat di proses . Begitupun pak RT Bontokapetta II yang juga hadir mendampingi kami awak media dan LSM merasa terbantu atas kedatangan teman teman wartawan, agar usaha sosis milik warganya secepatnya mengantongi ijin. (Tim).

