Menanam Asa di Lahan Sempit Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Hadirkan Solusi “Budikdamber” di Salomallori
SIDRAP SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Salomallori, Sidenreng Rappang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit dan penyediaan sumber pangan bergizi bagi warga.
Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan I, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa KKN-T 116 Unhas yang bertindak sekaligus sebagai penanggung jawab dan pemateri utama. Pelatihan turut dihadiri oleh Lurah Salomallori, Kepala Lingkungan I, beserta perwakilan warga setempat, dengan sasaran peserta yaitu ibu-ibu rumah tangga dan pemuda karang taruna lingkungan setempat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya lahan pekarangan warga untuk bercocok tanam maupun beternak/Budidaya ikan secara konvensional, serta masih minimnya pemanfaatan sumber daya pangan mandiri di tingkat Skala rumah tangga. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berupaya memberikan solusi praktis dengan memperkenalkan metode Budikdamber, yaitu sistem budidaya ikan yang dipadukan dengan penanaman sayuran (Sawi) di dalam satu wadah ember, sehingga efisien dari segi lahan maupun biaya.

Selama kegiatan berlangsung, Warga lingkungan I Salomallori,menunjukkan respons yang baik, terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi maupun praktik. Pihak mitra, dalam hal ini Kepala Lingkungan I, turut memberikan respons yang sangat positif terhadap pelaksanaan program ini. Hasil dari kegiatan berupa unit percontohan Budikdamber yang kini tengah dalam proses pemeliharaan, diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga untuk menerapkan metode serupa secara mandiri di rumah masing-masing.
Materi utama yang disampaikan berfokus pada tahapan pembuatan Budikdamber, mulai dari persiapan alat dan bahan, pemilihan bibit ikan (lele) dan bibit kangkung, teknik penebaran benih, hingga cara perawatan dan pemberian pakan. Metode kegiatan dikemas melalui ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Sebagai aktivitas unggulan, peserta diajak mempraktikkan sendiri proses perakaitan dengan Budikdamber, dengan harapan menanamkan pemahaman bahwa lahan yang terbatas tetap dapat dioptimalkan untuk menghasilkan sumber pangan yang bermanfaat.
Lurah Salomallori turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T 116 universitas Hasanuddin.
“Program seperti ini sangat mendukung upaya kelurahan dalam mendorong kemandirian pangan warga, apalagi metodenya sederhana dan bisa diterapkan meski dengan lahan yang terbatas,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Lingkungan I Salomallori dapat terus menerapkan Budikdamber secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tercipta ketahanan pangan tingkat rumah tangga yang sederhana, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Laporan dipublish tim red

