Mahasiswa KKN UNHAS Edukasi Masyarakat Tanrongi Mengolah Limbah Organik Menjadi Kompos
WAJO SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa **Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Organik** di Aula Kantor Desa Tanrongi, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat Desa Tanrongi, beberapa Kepala Dusun, perwakilan kelompok tani, serta masyarakat setempat. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian kompos, manfaat penggunaan kompos, jenis bahan organik yang dapat dimanfaatkan, serta tahapan pembuatan kompos. Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan kompos menggunakan limbah organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun kering, rumput, dan sisa sayuran rumah tangga.
Program kerja ini disusun sebagai upaya memberikan solusi sederhana dalam mengurangi limbah organik yang dihasilkan masyarakat. Selain mengurangi jumlah sampah, pengolahan limbah organik menjadi kompos juga dapat menghasilkan pupuk organik yang mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui diskusi aktif dan berbagai pertanyaan mengenai proses pembuatan hingga pemanfaatan kompos pada berbagai jenis tanam
Rossa Amelia selaku mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin sekaligus pelaksana program kerja menyampaikan, *”Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa limbah organik bukan hanya sampah yang dibuang, tetapi juga sumber daya yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

Harapannya, masyarakat mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri sehingga dapat mengurangi limbah organik sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.”*
Program edukasi dan pelatihan pembuatan kompos merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Tanrongi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melihat potensi limbah organik yang cukup melimpah dari aktivitas rumah tangga dan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dukungan dari perangkat desa, Kepala Dusun, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa, diharapkan pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan limbah organik menjadi kompos diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong terwujudnya inovasi desa yang berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

