Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Ekonomi Masyarakat Desa Tanrongi melalui Pembuatan QRIS
WAJO SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM—— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja *Digitalisasi Ekonomi Masyarakat melalui Pembuatan QRIS bagi Pelaku Usaha* di Desa Tanrongi, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung kemudahan transaksi dan pengembangan usaha.
Program ini merupakan bagian dari KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin Gelombang 116 yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Pemanfaatan QRIS menjadi salah satu bentuk transformasi digital yang dapat memberikan alternatif pembayaran yang praktis sekaligus membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital. Program ini juga mendukung SDGs poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Program kerja ini berada di bawah tanggung jawab Umaima Hakim, mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial angkatan 2023. Menurutnya, “Program pembuatan QRIS ini saya lakukan untuk membantu pelaku usaha di Desa Tanrongi agar lebih mudah menerima pembayaran dari pelanggan. Saya berharap masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.” ujar Umaima

Pendampingan dilakukan secara langsung kepada pelaku usaha dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat QRIS, proses penggunaannya, serta pentingnya keamanan dalam melakukan transaksi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi.
Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kemajuan desa, terutama pada aspek pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Dengan adanya QRIS, pelaku usaha diharapkan memiliki pilihan pembayaran yang lebih beragam sehingga dapat memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha masyarakat Desa Tanrongi.
Melalui program tersebut, Mahasiswa KKN Gelombang 116 berharap penggunaan QRIS dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi digital di Desa Tanrongi. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembuatan QRIS, tetapi juga pada peningkatan literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
Laporan dipublish tim redaksi

