Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket Bioarang di Kelurahan Lemoe
PAREPARE SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM — Mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas
Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja berupa sosialisasi pemanfaatan
limbah bonggol jagung menjadi briket bioarang di RW 04, Kelurahan Lemoe,
Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, pada Selasa (28/7/2026).
Program kerja tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Perubahan Iklim dan
mendukung pencapaian poin ke-4 dari 11 poin Sustainable Development Goals
(SDGs) Universitas Hasanuddin, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau. Kegiatan ini
bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi pemanfaatan
limbah bonggol jagung yang dihasilkan setelah masa panen.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi masyarakat
setempat. Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa melihat potensi pemanfaatan
limbah bonggol jagung menjadi briket bioarang sebagai sumber energi alternatif
yang bernilai guna. Selain mengurangi limbah pertanian, inovasi ini juga diharapkan
dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah yang berpotensi menimbulkan
pencemaran udara.
Penanggung jawab program kerja, Nurul Amelia, menjelaskan bahwa kegiatan ini
dirancang untuk memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya petani
jagung, mengenai peluang pemanfaatan limbah hasil panen menjadi produk yang
memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Terima kasih atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi ini. Semoga
materi yang telah kami sampaikan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk
mengembangkan ide usaha dari limbah bonggol jagung serta memberikan dampak
positif bagi lingkungan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut berkoordinasi dengan Ketua RW 04,
Muhammad Tang, untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan
tersebut. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah pertanian sekaligus membuka wawasan mengenai potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari limbah bonggol jagung.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah mengedukasi
masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi kebiasaan
membakar sampah. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pengetahuan
mengenai potensi pemanfaatan limbah hasil panen jagung menjadi produk yang
lebih bermanfaat,” ujar Muhammad Tang. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116
Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin menyadari dampak negatif
pembakaran sampah serta terdorong untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung
menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Dengan demikian,
pengelolaan limbah pertanian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat
sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Laporan dipublish tim : (**/red)

