Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 UNHAS Lakukan Edukasi Penentuan Harga Jual Arang Briket Limbah Tongkol Jagung di Desa Bonto Cinde
BANTAENG SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— , 31 Juli 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penentuan harga jual arang briket berbahan limbah tongkol jagung di Kantor Desa Bonto Cinde, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (31/07/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Program Keluarga Harapan (PKH) serta masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan dan pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Al ziqhri Baiturrahman, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Program ini dilaksanakan dengan melihat potensi limbah tongkol jagung yang dapat dimanfaatkan menjadi arang briket bernilai ekonomi. Selain proses pengolahan, penentuan harga jual yang tepat menjadi salah satu aspek penting agar produk dapat memberikan keuntungan dan memiliki daya saing di pasar.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai dasar-dasar penentuan harga jual arang briket, mulai dari mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, menghitung biaya produksi, menentukan keuntungan yang diharapkan, hingga menetapkan harga jual produk.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan biaya bahan baku, bahan pendukung, tenaga kerja, kemasan, serta biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi. ,” Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada cara sederhana dalam menghitung harga jual berdasarkan total biaya produksi dan margin keuntungan yang diinginkan. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak menentukan harga produk hanya berdasarkan perkiraan, tetapi mempertimbangkan seluruh biaya yang dikeluarkan sehingga harga jual dapat memberikan keuntungan yang layak.
Al ziqhri Baiturrahman menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai pentingnya menentukan harga jual secara tepat. “Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa dalam mengembangkan arang briket sebagai produk usaha, tidak hanya proses produksinya yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi dan keuntungan yang ingin diperoleh,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota PKH dan masyarakat Desa Bonto Cinde mampu menerapkan perhitungan sederhana dalam menentukan harga jual arang briket berbahan limbah tongkol jagung. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, serta membuka peluang usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

