MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ——— Kisah sebuah keluarga di Dusun Panaikang, Desa Pajukukang, Maros, Sulawesi Selatan, yang tinggal di rumah reyot akibat pekerjaan sang ayah sebagai kuli bangunan, telah memicu gelombang keprihatinan.

Sementara Dinas Sosial Maros dengan cepat merespons dengan memberikan bantuan untuk meringankan kesulitan keluarga tersebut, pemerintah daerah, khususnya Kepala Desa Pajukukang, telah dikritik karena dugaan kelalaian dan ketidakpedulian terhadap masyarakatnya.
Malik, seorang perwakilan dari LSM KIPFA Maros, menyuarakan kekecewaannya, menuduh kepala desa mengabaikan kebutuhan konstituennya. Dia meminta Bupati Maros untuk menegur dan berpotensi mencopot kepala desa dari jabatannya, dengan alasan bahwa apatisme yang dirasakannya membuatnya tidak memenuhi syarat untuk memimpin.

Malik lebih lanjut menguraikan bahwa kepala desa secara mencolok tidak hadir ketika Dinas Sosial berkunjung, tampaknya mengabaikan upaya mereka untuk memberikan bantuan.
Ia mendesak Ketua APDESI Maros untuk mengambil tindakan tegas guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Ucap Malik.
Lanjut Malik , menekankan pentingnya pemimpin desa berperan aktif memperjuangkan masyarakatnya dan bukan malah menutup mata.
(Tim Red).

