KKN-T 116 Universitas Hasanuddin Dorong Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM Desa Bonto Cinde melalui Edukasi Door to Door
GERBANG INFONESIA TIMUR NEWS.COM BANTAENG SULSEL —— 30 Juli 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Pelatihan Digitalisasi Pembayaran dan Pengelolaan Keuangan UMKM di Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai pengelolaan keuangan sederhana sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi usaha.
Program kerja tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 29–30 Juli 2026, dengan metode door to door. Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan pelaku UMKM dan memberikan edukasi yang lebih sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing usaha.
Pelaksanaan kegiatan mencakup seluruh wilayah Desa Bonto Cinde dengan mengunjungi keempat dusun yang berada di desa tersebut, yaitu Dusun Pundingi 1, Dusun Pundingi 2, Dusun Parigi, dan Dusun Karang Maja. Dalam kegiatan tersebut, tim KKN-T 116 berhasil mengunjungi sebanyak 12 UMKM yang menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari toko kelontong, usaha makanan dan minuman skala kecil, hingga usaha pangkas rambut.
Memberikan Edukasi Keuangan yang Sederhana dan Praktis
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi disampaikan dengan menyesuaikan skala usaha sehingga diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pelaku UMKM.
Materi yang diberikan meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan uang pribadi dan uang usaha, pengelolaan modal, evaluasi laba atau rugi sederhana, serta penggunaan buku kas sebagai alat bantu pencatatan keuangan usaha.
Pencatatan keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan usaha karena dapat membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan usahanya. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, pelaku usaha dapat memperoleh gambaran mengenai arus uang yang masuk dan keluar, mengetahui hasil usaha, serta menjadi lebih mudah dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan modal dan pengembangan usaha.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Pemisahan tersebut diperlukan agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih jelas dan menghindari tercampurnya modal maupun keuntungan usaha dengan kebutuhan pribadi.

Mendorong Pemanfaatan Pembayaran Digital melalui QRIS
Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, program ini juga memperkenalkan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran yang dapat mempermudah proses transaksi dengan pelanggan.
Materi yang diberikan tidak hanya sebatas pengenalan QRIS, tetapi juga mencakup cara menerima pembayaran melalui QRIS. Mahasiswa menjelaskan proses penggunaannya secara langsung sehingga pelaku UMKM dapat memahami tahapan transaksi dan penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Bagi pelaku UMKM yang belum memiliki QRIS dan menunjukkan ketertarikan untuk menggunakannya, tim KKN-T 116 turut memberikan pendampingan secara langsung dalam proses pendaftaran QRIS melalui GoPay Merchant. Pendampingan dilakukan secara interaktif dan bersifat dua arah. Pelaku UMKM dapat menyampaikan pertanyaan maupun kendala yang dihadapi selama proses pendaftaran, kemudian mahasiswa memberikan penjelasan dan menuntun mereka melalui setiap tahapan yang diperlukan.
Dari 12 UMKM yang dikunjungi selama pelaksanaan program, terdapat 4 UMKM yang bersedia untuk dibuatkan QRIS. Hal tersebut menjadi salah satu hasil dari pelaksanaan program dalam memperkenalkan alternatif pembayaran digital kepada pelaku usaha di Desa Bonto Cinde.
Dilaksanakan oleh Mahasiswi Akuntansi dengan Dukungan Tim KKN-T 116
Program kerja ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Dhiyani Fadilatul Iffah, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Hasanuddin, dengan dukungan dan bantuan dari teman-teman posko KKN-T 116 Universitas Hasanuddin Desa Bonto Cinde.
Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang akuntansi, program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membantu pelaku UMKM memahami pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan aplikatif.

Pelaksanaan kegiatan juga berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing KKN, Muhammad Al Mustawa, S.Si., M.Si. Dukungan dari tim posko turut membantu proses pelaksanaan kunjungan ke berbagai wilayah Desa Bonto Cinde sehingga kegiatan dapat menjangkau keempat dusun yang ada di desa tersebut.
Harapan Keberlanjutan
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap pelaku UMKM di Desa Bonto Cinde dapat semakin menyadari pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dalam menjalankan usaha. Kebiasaan sederhana seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan uang pribadi dan uang usaha, serta melakukan evaluasi terhadap hasil usaha diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam memahami kondisi keuangan bisnisnya.
Di sisi lain, pengenalan dan pendampingan QRIS diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan sistem pembayaran digital. Penggunaan pembayaran digital dapat menjadi salah satu alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus memberikan pilihan pembayaran yang lebih beragam bagi pelanggan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKN-T 116 Universitas Hasanuddin dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus mendukung peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi UMKM di Desa Bonto Cinde.
Dengan adanya edukasi dan pendampingan yang diberikan secara langsung kepada pelaku usaha, diharapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti pada saat program berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari sehingga mampu mendukung pengelolaan dan pengembangan UMKM secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

