Festival Adat Dan Budaya Tahun 2025 Oleh Dewan Pengurus Forum Pemerhati Adat Budaya Nusantara Kabupaten Maros.
MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ———– Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, S.T.M.Si secara resmi membuka Festival Adat dan Budaya yang diselenggarakan di kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung Maros pada Minggu, 9 November 2025.
Acara ini digagas sebagai upaya pelestarian nilai budaya lokal Maros yang terus dijaga hingga kini.



Sebelum acara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang di pandu oleh Putri Amelya Saripuddin .

Ketum FPABN Muh. Tahir Sila dalam sambutannya menyampaikan komitmen Forumnya yang baru terbentuk untuk menjaga adat dan nilai nilai budaya, khususnya di kabupaten Maros .
Seraya mengingatkan bahwa menjaga adat berarti menjaga diri sendiri dan orang lain, dan ini sebuah pesan leluhur yang harus terus ditanamkan. Jelasnya.

Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur , yang akrab disapa Opu, disambutannya menekankan pentingnya budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa, serta menyerukan agar budaya senantiasa dijaga agar tidak luntur.
Beliau juga mengapresiasi panitia pelaksana atas pemilihan Wisata Permandian Bantimurung sebagai lokasi festival, menilai lokasi tersebut sangat tepat untuk menampilkan kekayaan budaya Maros kepada wisatawan.
Dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan pelestarian adat semacam ini , semoga Festival ini bisa menjadi Ipen Tahunan di kab. Maros. Tuturnya.

Dukungan juga datang dari Pemangku Amanah Kerajaan Marusu, Abdul Waris Tajuddin Karaeng Sioja, yang berharap festival ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wujud pelestarian warisan leluhur. Harapnya.
Sambutan singkat yang penuh makna dari Patimatarang Putra Mahkota Kerajaan Gowa Yang Mulia , Andi Muh Imam Daeng Situju Kumala Idjo, menekankan pentingnya menjaga pakaian yang kita kenakan serta simbol simbol yang kita gunakan, sebagai cermin jati diri dan warisan budaya yang tak ternilai.


Lebih jauh Putra Mahkota Kerajaan Gowa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merajut persaudaraan Nusantara dengan berlandaskan pada Falsafah leluhur Bugis Makassar, Sipakainga (saling mengingatkan), Sipakatau (saling memanusiakan/ menghargai ), Sipakalebbi (saling memuliakan), dan Sipaccei ( saling menyayangi) demi terciptanya harmoni dan kebersamaan dalam keberagamaan. Jelasnya.
Diakhir Acara Ketua Panitia Pelaksana Pestipal Adat dan Budaya Nusantara Thn. 2025, Irwan Jaya yang dikonfirmasi mengatakan
Sebagai penutup rangkaian acara yang telah berlangsung sukses dan meriah dilanjutkan foto sesi bersama, mengabdikan momen kebersamaan dan semangat kolaborasi yang telah terjalin sepanjang kegiatan tersebut sebagai kenang kenangan yang tak terlupakan.

(Edy Hadris).

