Eks Narapidana Teroris Diduga Beralih Usaha Jadi Mafia BBM Subsidi Ilegal
MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Bisnis BBM Subsidi secara illegal adalah Eks Narapidana Teroris Diduga Beralih Usaha Jadi Mafia BBM Subsidi Ilegal satu usaha klasik yang menjanjikan keuntungan relative tinggi. Adapun modusnya, dengan membeli BBM jenis solar harga Subsidi di SPBU, lalu menjualnya ke para pengusaha dengan harga industry dimana patokan selisih harga terbilang cukup tinggi, yakni keuntungan bersihnya berkisar antara Rp2000 hingga Rp.3500 per liternya, sehingga dapat diprediksi jika transaksi dilakukan dengan skala ratusan ton perhari.Sabtu 19 April 2025
Meski usaha illegal yang merugikan keuangan negara dan menimbulkan rasa ketidakadilan bagi para pengguna BBM Subsidi, tentunya menjadi tanda tanya, mengapa bisnis ini terkesan awet dan seakan tidak tersentuh secara professional oleh Aparat Penegak Hukum (APH), seperti kejadian yang belum lama ini terjadi di salah satu SPBU Daya di Jalan Perintis
Kemerdekaan, terkait adanya pengamanan dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi jenis Solar yang dilakukan oleh Resmob Polda Sulsel. Bahkan kuat dugaan, nyaris seluruh SPBU yang ada di Sulsel berkolaborasi dengan para mafia BBM Subsidi illegal untuk meraup keuntungan tanpa memperdulikan hak masyarakat.

Terkait dari penangkapan 3 mobil pelangsir dan seorang pengawas beserta seorang operator SPBU Daya depan Mie Gacoan. Salah seorang operator SPBU Daya yang ditemui oleh tim media membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iye, benar kejadian itu terjadi malam tanggal 13 April dan kebetulan saya tidak ada dilokasi karena bukan sipku, tapi menurut informasi yang saya dapat memang ada penangkapan oleh Resmob Polda Hertasning,” Ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa yang ditangkap sedang dalam pengisian BBM jenis solar, pengawas dan operator juga diamankan, namun belum jelas sebagai tersangka atau masih sebagai saksi.
” Saya juga tidak berani pak buat statemen karena pengawas yang di amankan tidak pernah menjawab atau membalas telpon dan chatku, ” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, mengungkapkan pada 13 April 2025, Tim Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Daya Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.
Adapun dari kejadian tersebut, Tim Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan beberpa terduga pelaku beserta barang bukti berupa kendaraan roda 4, namun, hanya berselang beberapa bahkan belum pula direlease para terduga tersebut telah dibebaskan termasuk barang bukti yang ikut dimankan tidak diketahui dimana keberadaannya.
Dari penelusuran lebih lanjut, disinyalir, bahwa pelaku usaha yang terjaring tersebut merupakan milik PT Rajawali Amanah Energi yang beralamat di Galangan Kapal sebagaimana data Kemenkumham, dan saat tim media mencoba menelusuri lokasi, tim media tidak menemukan Perusahaan yang dimaksud termasuk nomor yang tertera pada perusahaan tersebut juga tidak aktif. Berdasarkan penelusuran ITE melalui aplikasi nomor perusahaan yang tercantum adalah bernama AAM, ironisnya dari penelusuran data, lebih lanjut diketahui bahwa AAM merupakan eks Narapidana Teroris (Napiter) yang belum lama ini menghirup udara bebas setelah divonis 3 Tahun pada salah satu pengadilan Negeri di Indonesia pada Tahun 2022.

Dari jejak record, AAM terlibat pada peledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.
Tentunya hal ini akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat bilamana keuntungan dari bisnis BBM Subsidi illegal tersebut digunakan untuk membangun kekuatan, untuk kembali menebar terror di masyarakat.
Untuk itu, diharapkan pihak terkait (APH) agar dapat bertindak lebih professional terkait amanah yang telah dipercayakan masyarakat sehingga dapat terciptanya kondusif yang berkelanjutan. Dan sebaiknya APH melakukan pencegahan sejak dini, bukan menunggu viral untuk menjadi pahlawan kesiangan.
Harap dikonfirmasi lebih lanjut sebelum tayang (Untuk dikembangkan) dan menerapkan hak tolak guna perlindungan nara sumber
Laporan Tim Investigasi : (**/GIT)

