Dari Permainan Menjadi Pembelajaran, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Mitigasi Bencana melalui Monopoli Kebencanaan di SD Negeri 174 Pinrang
PINRANG, SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM —— 27 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Siparappe melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Mitigasi Bencana melalui Media Permainan Monopoli Kebencanaan” di SD Negeri 174 Pinrang. Program kerja dengan Nur Fachjri Ramaditha sebagai penanggung jawab ini bertujuan mengenalkan berbagai jenis bencana serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah-langkah mitigasi bencana sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi terjadinya berbagai jenis bencana. Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berupaya menghadirkan media pembelajaran yang inovatif sehingga materi kebencanaan dapat dipahami dengan lebih mudah oleh siswa.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bencana, jenis-jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia, penyebab terjadinya bencana, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Setelah sesi materi, siswa diajak memainkan Monopoli Kebencanaan, sebuah media pembelajaran yang dirancang khusus untuk mengedukasi kebencanaan melalui permainan. Berbeda dengan monopoli pada umumnya, permainan ini memuat tantangan dan informasi edukatif yang mengajak siswa mengenal berbagai jenis bencana, memahami penyebab serta proses terjadinya bencana, hingga menentukan tindakan mitigasi yang tepat dalam berbagai situasi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan mengikuti permainan hingga selesai. Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali jenis-jenis bencana, penyebab terjadinya bencana, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa Monopoli Kebencanaan dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan partisipasi siswa. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna. Melalui Monopoli Kebencanaan, siswa diajak memahami kebencanaan secara aktif sehingga mereka tidak hanya mengetahui jenis-jenis bencana, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap Monopoli Kebencanaan dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Dengan pemahaman yang baik mengenai mitigasi bencana, diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang lebih tanggap, siap, dan berperan dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Laporan dipublish tim red

