Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan kebutuhan akan pertanian berkelanjutan, bidang agroteknologi hadir sebagai jawaban yang menjanjikan. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) kini semakin diminati karena tidak hanya menawarkan ilmu pertanian modern, tetapi juga membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi nyata bagi masa depan.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA, Dr. Andi Herwati, S.P., M.Si dihadapan Peserta Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru pada Sabtu, 25 April 2026 di Gedung Baruga B Kantor Bupati Maros.

“Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA dirancang untuk mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Fokus pembelajaran mencakup budidaya tanaman, teknologi produksi, perlindungan tanaman, teknologi benih, hingga bioteknologi pertanian,” ucap Dr. Andi Herwati.
Ia menyebutkan bahwa dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan pertanian modern secara komprehensif. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah fasilitas lahan praktik yang memadai. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengasah keterampilan secara langsung, sehingga tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata. Selain itu, peluang magang dan penelitian juga terbuka luas, memberikan pengalaman berharga sebelum terjun ke dunia kerja.
“Tak hanya itu, Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA juga menyediakan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur ini menjadi solusi bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja atau pendidikan sebelumnya untuk melanjutkan studi secara lebih cepat dan fleksibel,” terang Dr. Andi Harwati.

Ia menambahkan bahwa dengan RPL, pengalaman kerja dapat diakui sebagai satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi menjadi lebih singkat dan efisien. RPL sangat cocok bagi pekerja, praktisi di bidang pertanian, lulusan D3 yang ingin melanjutkan ke jenjang S1, maupun lulusan SMA/SMK yang telah memiliki pengalaman kerja.
“Prosesnya pun cukup sistematis, mulai dari pengumpulan dokumen, asesmen kompetensi, hingga pengakuan SKS sebelum melanjutkan perkuliahan. Keunggulan lain dari program ini adalah sistem pembelajaran yang fleksibel serta didukung oleh dosen-dosen ahli di bidangnya. Penilaian berbasis kompetensi juga memastikan bahwa setiap mahasiswa benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Dr. Andi Herwati
Sementara itu, Mahasiswa UMMA yang telah di-yudisium pada Selasa, 3 Maret 2026, Aswadi Hamid, S.P., menyebutkan bahwa dengan segala keunggulan yang ada, Prodi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA bukan sekadar pilihan studi, tetapi juga investasi masa depan. Di era modern ini, sektor pertanian membutuhkan sentuhan teknologi dan inovasi agar mampu bersaing secara global.

“Kini saatnya generasi muda mengambil peran. Prodi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA membuka jalan bagi siapa saja yang ingin berkembang, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan pertanian Indonesia,” pungkas Aswadi Hamid
Laporan : Asham-INAGRO22
Penulis : Zainal Arifin, S.Hut.

