MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM – – – – Sekolompok Masyarakat melakukan Aksi Damai Dalam rangka mendukung pengesahan RUU TNI Sulawesi Selatan melaksanakan Aksi Damai, dengan Tema “Resminya Pengesahan Rancangan Undang Undang TNI”, yang dipimpin oleh Sdr.Abdul Samad *Wiraswasta (Koordinator Umum), dengan massa aksi sekitar 30 Orang.Aksi ini digelar di kota Makassar, bertempat Depan BULOG . Jl. A. P. Pettarani No.18, Banta-Bantaeng, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Sabtu (29/3/2025).
30 massa unjuk rasa itu nampak membawa sejumlah alat peraga, yang di antaranya 1 Unit Sound sistem, dan 5 Buah Spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Makassar mendukung di dalam rangka pengesahan RUU TNI “TNI bersatu dgn Masyarakat Kuat,Masyarakat Makassar bersatu TNI Pasti Sejahtera Kota Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia cerah dukung Undang-undang TNI, jangan bodohi rakyat, jangan pisahkan TNI dan Rakyat”, serta selembaran Aksi yang bertuliskan Resminya Pengesahan Rancangan Undang Undang TNI.”
Selain itu, pada pukul 16.30 Wita, Massa aksi Masyarakat Sulawesi Selatan, juga Massa membentangkan spanduk aksi sambil membentuk lingkaran, mereka juga membawa poster bertuliskan “Masyarakat Kota Makassar Mendukung Disyahkannya RUU TNI Demi Tegaknya NKRI”
Dalam aksi tersebut, massa bergantian memberikan orasi yang di antaranya mengatakan, aksi ini dilakukan dengan tujuan mendukung penuh perubahan Undang-Undang TNI yang baru.
“Kami yakin bahwa pembaruan ini adalah langkah tepat untuk meningkatkan profesionalisme, modernisasi, dan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga kedaulatan bangsa,” tegas salah satu peserta demo dalam orasinya.
Aksi ini juga mereka nilai sebagai kesempatan untuk berkumpul dalam menyuarakan dukungan terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UUD TNI).
“Perubahan UUD TNI adalah jawaban atas tantangan zaman, Kita ingin TNI yang lebih kuat, profesional, dan tetap dekat dengan rakyat, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ucap massa.
Mereka menegaskan, bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa. TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan selalu berada di garis terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI, namun, ada upaya yang ingin memisahkan TNI dari rakyat, seolah-olah TNI dan rakyat bukan satu kesatuan.
“Hari ini kita tegaskan bahwa rakyat dan TNI adalah satu tubuh, satu jiwa, dan satu perjuangan. TNI kuat karena rakyat, dan rakyat aman karena TNI, Kita menolak segala bentuk upaya yang ingin memisahkan hubungan harmonis antara TNI dan rakyat,” jelasnya.
Beberapa tuntutan juga mereka paparkan dalam aksi tersebut, yakni:
1.Menolak segal kebijakan atau peraturan yang ingin memisahkan peran TNI dari rakyat.
2. Memperkuat peran TNI dalam kehidupan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
3. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung sinergi antara TNI dan rakyat demi menjaga keutuhan NKRI.
4. Meminta pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk mendengar aspirasi rakyat dan TNI sebagai satu kesatuan.
5. Pemerintah perlu Mensosialisasikan isi UU TNI yang baru secara masif agar dipahami oleh seluruh masyarakat
6. TNI perlu berkomitmen untuk menerapkan perubahan secara konsisten sesuai UU baru.
7. Pengawasan dari masyarakat dan lembaga independen perlu dilakukan agar pelaksanaan UU berjalan sesuai harapan.
8. Mendorong dialog antara pemerintah, TNI, dan masyarakat guna memastikan kebijakan ini mengakomodasi kepentingan nasional
Aksi tersebut kemudian berhadir pada pukul 17.30 WITA, Kegiatan berakhir dengan aman dan tertib di mana, massa aksi kemudian membubarkan diri.(*/DW)

