MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM – – – – – Dalam sebuah organisasi dibutuhkan keikhlasan dan kerelaan dalam membesarkan organisasi serta demi NKRI yang kita cintai.Dalam berorganisasi dibutuhkan sikap Santun dan rendah diri, dan tidak arogan dan egois.adapun tujuan kita dalam berorganisasi adalah menumbuhkan semangat persaudaraan dan memperkuat silaturahmi antar sesama pengurus dan anggotanya.
Begitupun dengan organisasi Banteng Komando yang merupakan jaring intel Kodim 1408/Mks yang berpedoman pada protap (ProsedurTetap) yang menjalankan sistem satu komando agar tidak keluar dari protap yang bersifat rahasia dan terbatas.Sedangkan organisasi lain hanya menggunakan Ad art yang mengedepankan musyawarah besar jika terjadi kekisruhan dalam organisasi apalagi melibatkan unsur pimpinan organisasi yang sudah tidak diinginkan oleh Anggotanya lalu yang menjadi pertanyaan ada apa dengan ketua BK Kalewang Koramil 1408-13/RPC yang menurut ketuanya Saiful Dg. Ngemba merasa sdh dikudeta dan dikeluarkan dari group wa keluarga Besar Kalewang?

Melalui investigasi yang kami lakukan dan adanya video rapat koordinasi yang beredar digroup WhatsApp yang dilaksanakan pada hari Senin, 24 Februari 2025 pukul 21.30 Wita bertempat di Koramil 13/RPC. Dalam rapat tersebut tanpa dihadiri oleh ketua kalewang Krn sesuai konfirmasi beliau berada di kabupaten Bone menghadiri resepsi pernikahan keluarga.
Tampak yang hadir dalam rapat tersebut: Wakil ketua: Sunaryo.Sekretaris: Syarief Mallewa, Bendahara: Rosmiati, wakil sekretaris: Zainuddin dg Radja, wakil Bendahara: M. Ramli. Serta seluruh anggota peserta rapat.
Dalam rapat tersebut membahas masalah pergantian ketua kalewang. Kemudian tampil wakil sekretaris Zainuddin dg Radja memberikan surat pernyataan sikap untuk ditandatangani oleh semua yg hadir.namun salah seorang peserta menyampaikan jika sebaiknya pernyataan sikap tersebut dibacakan terlebih dahulu supaya anggota paham dan jelas dari isi pernyataan tersebut,
Maka tampil wakil bendahara M. Ramli membacakan isi dari pernyataan sikap tersebut yang berbunyi: Surat Pernyataan Sikap
Dengan ini kami sebagai anggota Banteng Komando kalewang Koramil 13 wilayah Rappocini menyatakan sikap kepada Sdr. Saiful dg . Ngemba selaku ketua BK Koramil 13 RPC bahwa setelah Rapat internal antar sesama pengurus beberapa pekan yang lalu.kami berharap saudara ketua bisa menjalankan tugas dan fungsinya lebih baik dari sebelumnya namun rupanya keliru dan harapan kami jadi sia-sia.
Hal ini membuat kami sangat kecewa dan beranggapan bahwa kami seakan tidak ada artinya di mata saudara ketua. Dan BK Kalewang seolah tak punya pimpinan. Hal itu dibuktikan dengan sikap acuh tak acuh saudara terhadap BK Kalewang dengan kata lain saudara lalai dari tugas dan fungsi saudara sebagai ketua.Olehnya itu berdasar mufakat bersama anggota yang lain kami melakukan kesepakatan kepada saudara Sunaryo untuk menjadikan sebagai ketua dan hal itu sudah disetujui oleh yang bersangkutan.
Maka dari itu kami sebagai anggota BK Kalewang Koramil 1408 – 13 meminta kepada saudara Saiful dg ngemba bersikap kesatria dan legowo untuk melepas jabatan sebagai ketua Banteng Komando Koramil 1408-13/RPC dan ikhlas memberikan kepada yang sudah kami sepakati bersama dalam hal ini saudara Sunaryo s nya ini agar BK Kalewang tetap eksis dan tetap menjadi percontohan Banteng Komando di Koramil yang ada di wilayah lain.
demikian surat pernyataan ini kami buat atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Namun yang anehnya sampai selesainya rapat tersebut tidak ada satupun yg membubuhi tandatangan pernyataan tersebut.
Yang menjadi pertanyaan apakah hasil pernyataan tersebut sah atau tidak apalagi tanpa adanya berita acara yang dibuat tanpa daftar hadir, yang menjadi pertanyaan apakah mereka faham dalam berorganisasi di BK? Dan lucunya rapat tersebut tanpa dihadiri oleh ketuanya ,dari ketua umum beserta jajaran banteng.selanjutnya apakah Danramil beserta Batuud mengetahui dan merestui dengan adanya rapat ini?.
Dan bagaimana respon dari Mako dalam hal ini ketua umum dan Pasi Intel?
Rapat koordinasi ini berakhir tepat pukul 23.00 wita dalam keadaan aman terkendali.
Laporan Tim Red ( DW)

