Langkah Kecil Dari Pak Lurah.Rappokalling,”Ilho” Bergerak Bersama Warga RT/RW 02, Siap Menjadi Pelopor Kebersihan di Kecamatan Tallo
MAKASSAR SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– DI Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, terasa berbeda, sebuah gerakan yang jauh lebih substansial untuk masa depan kampung mereka: Sosialisasi Memilah Sampah dari Rumah. Sang lurah tercinta, yang akrab disapa Pak Lurah Ilho, turun langsung memimpin barisan.
Dengan mengenakan kemeja khasnya, senyum ramah yang tak pernah luntur, dan toa di tangan, Pak Ilho bukan tipe pemimpin yang hanya bisa memberi instruksi dari balik meja kantor. Beliau memilih berjalan kaki, menyusuri lorong-lorong sempit, menyapa warga dari beranda ke beranda, berdampingan langsung dengan Ketua RT, Ketua RW, serta para kader posyandu dan pemuda setempat.

“Tabe’, Bu, Sampahnya Jangan Dicampur!” Itulah kalimat yang paling sering terdengar sepanjang rute keliling. Suara Pak Lurah Ilho menggema lewat pengeras suara, mencairkan suasana dengan dialek Makassar yang kental dan akrab. Warga yang tadinya hanya mengintip dari balik jendela, akhirnya keluar rumah karena penasaran.
“Iye, tabe’ ibu-ibu, bapak-bapak. Mulai ki’ hari ini, sampah ta’ di rumah harus maki’ pilah. Mana yang organik, mana yang anorganik. Jangan mi’ numpuk di sudut dapur baru dicampur semua. Kasihan lingkungan ta’, kasihan Rappokalling ta’,” seru Pak Ilho sambil melambaikan dua kantong plastik berbeda warna kepada warga yang mengerumuninya.
Keliling bersama Pak Lurah ini dikemas bukan sebagai penyuluhan yang kaku dan membosankan, seperti seminar di dalam ruangan. Ini adalah panggung jalanan. Sambil berjalan, Beliau menunjuk langsung tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik, lalu menjelaskan dengan bahasa yang membumi mengapa botol plastik dan sisa makanan tidak boleh berada di dalam karung yang sama.

Gotong Royong Dimulai dari RT/RW 02
Pak RW dan Pak RT 02 tidak mau kalah sigap. Mereka membawa brosur sederhana berisi panduan 3M (Memilah, Menabung, Mengolah) yang dibagikan ke setiap kepala keluarga. Beberapa ibu-ibu rumah tangga tampak antusias bertanya soal konsep Bank Sampah yang digaungkan oleh kelurahan.
“Ternyata kalau dipilah, sampah plastik itu bisa jadi tabungan, Pak Lurah?” tanya seorang ibu sambil memegang botol bekas air mineral.
“Betul sekali, Ibu! Kalau dikumpul dan dipilah dengan benar, bukan cuma lingkungan yang bersih, dompet juga ikut ‘sehat’,” jawab Pak Ilho disambut gelak tawa warga.

Suasana semakin hangat ketika dalam rombongan keliling, meneriakkan yel-yel kebersihan yang baru saja mereka pelajari. Lorong-lorong RT/RW 02 Rappokalling mendadak hidup oleh semangat kolaborasi. Dari Rappokalling untuk Makassar yang Lebih Bersih
Aksi keliling bersama Pak Lurah Ilho dan jajaran RT/RW 02 pagi itu membuktikan satu hal: perubahan besar tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Ia bermula dari langkah kaki yang sama, niat yang tulus, dan keteladanan seorang pemimpin yang mau “turun ke lumpur” bersama rakyatnya.
Sampah memang masih menjadi persoalan klasik perkotaan, namun hari ini, warga Rappokalling telah menorehkan babak baru ” kesadaran itu kini telah tumbuh di halaman rumah mereka sendiri.menjadi sebuah pemandangan yang menghangatkan hati di mana lurah, pengurus wilayah, dan warganya bergandengan tangan, membuktikan bahwa Rappokalling siap menjadi pelopor kebersihan di Kecamatan Tallo
Laporan dipublish tim red (Arya)

