Sinergi Lurah Rappokalling Mengikis Jarak Antara Pemerintah dan Masyarakat, Menjadi Garis Depan
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR —– Sinergi Lurah Rappokalling, Kecamatan Tallo, bersama warga kian hidup. Bukan karena hiruk-pikuk urusan administrasi, melainkan karena kesibukan para pegiat keamanan yang bersiap menunaikan janji kepada warga: memastikan malam ini berjalan aman dan damai.
Posko Kamtibmas bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol “Rumah Bersama” bagi elemen keamanan di Kelurahan Rappokalling., Pak Lurah tampak berbincang akrab dengan jajaran LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Linmas yang sigap dengan seragamnya, serta para Ketua RW dan RT yang menjadi ujung tombak informasi di akar rumput.
“Keamanan bukan tugas aparat semata,” ujar Pak Lurah, menegaskan visi kolaboratif yang mereka bangun. “Keamanan adalah hasil dari kepedulian setiap warga yang diorganisir dengan tepat.”

Patroli Lebih dari Sekadar Keliling Ketika jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WITA, tim patroli gabungan pun bergerak. Suara deru langkah kaki perlahan membelah kesunyian lorong-lorong Rappokalling. Namun, patroli ini berbeda,” Mereka tidak hanya lewat; Namun “menyapa setiap warganya
Para Ketua RT dan RW yang ikut serta adalah kunci. Mereka tahu persis mana rumah yang sedang kosong, mana area yang rawan penerangan, hingga siapa saja wajah-wajah baru yang perlu disapa dengan santun demi menjaga ketertiban lingkungan.
Kehadiran Linmas yang menonjol memberikan rasa tenang, sementara unsur LPM memastikan bahwa setiap keluhan warga yang ditemukan di lapangan langsung dicatat sebagai bahan evaluasi untuk pembangunan wilayah.

Interaksi yang terjadi di sepanjang jalan adalah bukti nyata kedekatan. Warga yang masih duduk di teras rumah tidak merasa terintimidasi, justru merasa terlindungi. “Ada Pak RT, ada Pak Linmas, kami merasa tenang untuk istirahat,” ungkap salah satu warga saat tim patroli melintas.
Kolaborasi sebagai Kunci,” Apa yang dilakukan di Kelurahan Rappokalling adalah bentuk nyata dari Community Policing atau Pemolisian Masyarakat. Dengan melibatkan LPM, Linmas, dan jajaran RT/RW, Lurah Rappokalling berhasil mengikis jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Posko Kamtibmas berfungsi sebagai pusat kendali informasi. Jika ada potensi gangguan, informasi tidak mengendap, melainkan segera dikoordinasikan. RT lapor ke RW, RW lapor ke Posko, dan tindakan preventif pun bisa segera diambil sebelum masalah membesar.

Membangun Rappokalling yang Harmonis Patroli bersama ini bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan, tetapi lebih kepada membangun “tembok sosial” yang kuat terhadap tindakan kriminal. Ketika warga merasa diperhatikan, ketika RT/RW rutin bertegur sapa, dan ketika aparat sigap melakukan pengawasan, maka ruang gerak bagi gangguan keamanan akan tertutup dengan sendirinya.
Di Rappokalling, keamanan adalah irama yang dijaga bersama. Melalui sinergi Lurah, LPM, Linmas, serta RT/RW, mereka membuktikan bahwa Kecamatan Tallo bukanlah sekadar titik di peta, melainkan komunitas yang saling menjaga.
Malam mungkin terus berganti, namun semangat gotong royong di Rappokalling tetap konstan. Selama langkah kaki mereka masih seirama, selama komunikasi tetap terbuka di Posko Kamtibmas, maka warga Rappokalling bisa tidur lebih nyenyak, yakin bahwa ada orang-orang hebat yang menjaga lingkungannya dari balik bayang-bayang malam
Laporan dipublish tim redaksi ( ARYA)

