Jeritan Malam Warga Mangara Bombang” Sijago Merah Mengubah Puluhan Rumah Menjadi Abu
MAKASSAR SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Kebakaran Hebat Mengguncang Warga Mangara Bombang Kecamatan Tallo Kota Makassar” mendadak membara. Di tengah keheningan yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga setelah lelah beraktivitas seharian,, sebuah kepulan asap hitam pekat tiba-tiba membumbung tinggi, merobek malam dan disusul oleh kobaran api yang mengamuk hebat.Jumat dinihari 31 juli 2026.
“Teriakan histeris itu bersahut-sahutan, memecah kesunyian. Warga yang berhamburan keluar rumah seketika dibuat terbelalak ngeri. Sijago merah bergerak dengan sangat cepat, menyambar bagai petir menjilat bangunan-bangunan yang didominasi oleh material kayu.
Kawasan padat penduduk di Tallo memang dikenal asri dengan karakter rumah semi permanen.” di Dua titik krusial Yakni Orw 04 RT D/ dan RT E. nyaris ludes dilalap Sijago merah yang terbuat dari material kayu dan jarak antar-rumah yang sangat rapat justru menjadi ‘bahan bakar’ sempurna bagi api untuk melahap apa saja dalam hitungan menit. Tiupan angin malam yang cukup kencang membuat kobaran api semakin tak terkendali, melompat dari satu atap ke atap lainnya bagaikan monster yang kelaparan.
Suasana panik tak terelakkan. Kepulan asap tebal membuat warga kesulitan bernapas. Sebagian besar dari mereka hanya bisa berlari menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda. Tangisan anak-anak, teriakan ibu-ibu, serta keputusasaan para kepala keluarga yang melihat tempat tinggal mereka ambruk dilalap api, berpadu dengan suara gemeretak kayu yang terbakar.

Puluhan Armada Damkar diterjunkan dari berbagai penjuru bahu-membahu menjinakkan amukan api. Tantangan terbesar mereka adalah akses jalan yang sempit dan padatnya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Petugas harus bekerja ekstra keras, berjibaku dengan panasnya hawa api dan pekatnya asap, demi melokalisir si jago merah agar tidak merembet ke pemukiman lain yang lebih luas.
Dalam hitungan beberapa Jam si jago merah berhasil dijinakkan. Namun, pemandangan yang tersisa seusai padamnya api sungguh menyayat hati.”Puluhan unit rumah semi permanen kini tinggal ‘kerangka’ dan tumpukan arang.
Meski belum ada laporan korban jiwa yang berhasil dikonfirmasi pada kejadian, Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang, dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik.
Kebakaran di Tallo sekali lagi menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, serta pentingnya jalur evakuasi dan akses yang memadai di kawasan padat penduduk.
Laporan dipublish tim red Arya
