Ketua Prodi Agroteknologi Bangga, Aswadi Hamid, S.P., Dinilai Totalitas dan Loyalitas Tinggi.
MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM —————- Ada banyak cara semesta memberi tanda. Kadang hadir lewat pertemuan, kadang melalui momentum yang tak pernah direncanakan. Bagi Aswadi Hamid, mahasiswa program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT) Universitas Muslim Maros (UMMA), perjalanan akademiknya ternyata beriringan dengan tanggal-tanggal bersejarah yang identik dengan tokoh dan peristiwa besar dunia.
Momen pertama terjadi saat dirinya menjalani Seminar Proposal pada Rabu, 4 Juni 2025. Tanggal tersebut ternyata sama dengan hari lahir Norman Borlaug, sosok yang dikenal sebagai “Bapak Revolusi Hijau”.
Norman Borlaug dikenang dunia karena berhasil mengembangkan varietas gandum unggul yang tahan penyakit dan memiliki hasil panen tinggi. Inovasinya menjadi tonggak penting dalam meningkatkan produksi pangan global serta menyelamatkan jutaan manusia dari ancaman kelaparan, khususnya di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Bagi Aswadi Hamid, kesamaan momentum itu bukan sekadar kebetulan. Ia melihatnya sebagai simbol semangat inovasi dan pengabdian untuk masyarakat, khususnya bagi dunia pertanian dan ketahanan pangan.
Perjalanan itu berlanjut pada Seminar Hasil yang digelar pada Kamis,.5 Februari 2026. Tanggal tersebut ternyata bertepatan dengan hari lahir Himpunan Mahasiswa Islam yang didirikan oleh Lafran Pane. HMI dibentuk dengan cita-cita besar, yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang di Ridhai Allah SWT.
Momentum itu memberi makna tersendiri bagi Aswadi Hamid. Baginya, perjuangan akademik tidak hanya tentang meraih gelar, tetapi juga bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Puncak perjalanan akademiknya terjadi pada Ujian Tutup sekaligus Yudisium pada Selasa, 3 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahir Alexander Graham Bell, ilmuwan yang dikenal sebagai penemu dan pengembang awal telepon.
Penemuan Alexander Graham Bell menjadi tonggak penting dalam sejarah komunikasi modern karena memungkinkan manusia saling terhubung dari jarak jauh melalui suara. Sebuah inovasi yang mengubah dunia hingga hari ini.
Bagi Aswadi Hamid, S.P., rangkaian momentum tersebut menjadi catatan sejarah pribadi yang penuh makna. Ia percaya bahwa setiap perjalanan memiliki pesan dan inspirasi tersendiri untuk terus bergerak maju.

“Semoga momentum tersebut menjadi tapak sejarah yang mengilhami dan menginspirasi saya untuk terus mengaplikasikan temuan baru hasil penelitian, yang Insya Allah dapat bermanfaat bagi petani dan masyarakat masa kini hingga masa mendatang,” ungkap Aswadi Hamid penuh harap.
Sementara itu, Ketua Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA, Dr. Andi Herwati, S.P.,M.Si., turut menyampaikan apresiasi dan pesan menyentuh kepada Aswadi Hamid atas dedikasi serta kontribusinya selama menempuh pendidikan.
“Bagi kami, Aswadi Hamid adalah mahasiswa terbaik dan kebanggaan Prodi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA. Sosok yang pintar, sopan, mampu menempatkan diri dalam segala suasana dan dengan siapa pun. Totalitas dan loyalitasnya sangat luar biasa,” ungkap Dr. Andi Herwati.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan Aswadi Hamid selama aktif di lingkungan program studi, fakultas maupun universitas.
“Terima kasih banyak atas segala kontribusinya selama ini di Prodi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA. Sangat membantu sekali. Semoga segala kebaikannya menjadi ladang pahala bagi keluarga, diberikan kesehatan, dan kesuksesan di masa yang akan datang,” tambah Dr. Andi Herwati penuh haru.
Perjalanan akademik memang bukan sekadar soal menyelesaikan studi. Di balik setiap proses, selalu ada nilai, inspirasi, dan harapan besar untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis : Zaenal Arifin, S. Hut.

